DENPASAR –
**Borneonews**, Denpasar - PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk memberikan dukungan pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program sertifikasi usaha. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerah. Menurut Ahad Rahedi, Manajer Komunikasi, Relasi, dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, saat dihubungi di Denpasar, Bali, “Kami berkomitmen untuk mendukung UMKM serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.” Dalam konteks ini, wilayah pemasaran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas LPG di Bali berada di bawah pengawasan wilayah Jatimbalinus yang berkantor pusat di Surabaya, Jawa Timur. Pertamina menetapkan sejumlah UMKM sebagai mitra binaan di area Bali, NTB, dan NTT. Dalam proses pendampingan sertifikasi tersebut, Pertamina tidak hanya memberikan bantuan administratif namun juga pembinaan melalui peningkatan kapasitas usaha yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan sekitar. Selain sertifikasi, Pertamina juga menawarkan pelatihan dasar dan pendampingan usaha bagi para pelaku UMKM. Upaya ini termasuk membantu UMKM dalam memperluas jaringan pemasaran mereka, baik melalui pameran lokal, nasional, sampai tingkat internasional. Pelatihan dan pendampingan ini diajukan sebagai elemen kunci dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya untuk mendukung program kedelapan yang berfokus pada pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Program ini bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan keterampilan para tenaga kerja. “Melalui pengembangan UMKM, kami juga berperan dalam mengurangi kesenjangan serta mempromosikan inovasi dan infrastruktur yang berkelanjutan,” tambah Ahad. Di antara UMKM yang mendapatkan perhatian khusus adalah Haluan Bali yang terletak di Jimbaran, Kabupaten Badung. Haluan Bali bergerak di industri produk fesyen dan telah menjadi salah satu binaan Pertamina. Pemilik UMKM fesyen tersebut, Defria Amelia Kirana, menyatakan, “Banyak hal dan kesempatan berharga yang bisa didapat dari program ini, salah satu yang paling berharga adalah ketika kami mendapat kepercayaan untuk menciptakan produk yang dikhususkan untuk kegiatan Pertamina.” Inisiatif seperti ini menunjukkan bagaimana kontribusi BUMN dalam memajukan sektor UMKM dapat menciptakan dampak yang luas, tidak hanya bagi pelaku usaha itu sendiri tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Melalui sinergi antara perusahaan dan pelaku UMKM, diharapkan akan tercipta ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan di Indonesia. ANTARA