BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews, Bandarlampung** - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung telah berkomitmen untuk meningkatkan edukasi politik, terutama bagi kelompok yang termarginalkan atau pemilih rentan. Fokus utama dari pendekatan ini adalah perempuan lansia, yang diharapkan dapat berkontribusi secara aktif dalam partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 2024. Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Lampung, Antoniyus Cahyalana, menjelaskan bahwa terdapat populasi lansia dengan rentang usia antara 56 hingga 76 tahun di Provinsi Lampung. Dengan situasi ini, penting bagi mereka untuk mendapatkan edukasi dan literasi digital sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap dunia digital yang semakin berkembang. Ia menuturkan, “Kami mengestimasi bahwa hampir 20 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Lampung terdiri dari kelompok pemilih rentan ini. Ini adalah angka yang signifikan, yang menunjukkan betapa pentingnya edukasi politik bagi mereka.” Meskipun terdapat asumsi bahwa kelompok pemilih ini kurang familiar dengan teknologi, Antoniyus menegaskan bahwa kenyataannya, banyak dari mereka sangat aktif menggunakan media sosial. "Kami tidak pernah sangka bahwa kelompok pemilih rentan ini ternyata mahir bermain media sosial. Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi perlu ditingkatkan agar mereka dapat menggunakan platform tersebut secara bijak," tambahnya. KPU Lampung juga memberikan peringatan kepada kelompok rentan agar tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita hoaks yang sering beredar melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp. Edukasi yang diberikan mencakup kriteria mengenali berita hoaks serta berbagai bentuk penipuan yang marak terjadi di dunia maya. “Kami menjelaskan kepada mereka bagaimana cara untuk memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, yang merupakan langkah penting dalam mencegah adanya disinformasi,” ujarnya. Namun, Antoniyus menyadari bahwa menanamkan pendidikan politik pada pemilih lansia tidaklah mudah, apalagi ketika mempertimbangkan keterbatasan fisik dan penurunan kemampuan kognisi yang mungkin dialami oleh mereka. Oleh karena itu, KPU berencana untuk menerapkan metodologi dan model pendidikan yang berbeda dibandingkan dengan kelompok pemilih yang lebih muda. "Kami berharap bahwa melalui sosialisasi dan pendidikan pemilih yang ditujukan khusus bagi perempuan lansia, partisipasi mereka dalam Pilkada yang akan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang dapat meningkat secara signifikan,” tutup Antoniyus. Upaya ini merupakan bagian dari strategi KPU Lampung untuk memastikan bahwa setiap suara diperhitungkan dan setiap pemilih dilibatkan dengan cara yang konstruktif. ANTARA