BATAM –
**Borneonews**, Batam - Sejumlah hotel yang terdapat di Kepulauan Riau (Kepri) baru-baru ini telah menjadi sasaran peretasan pada layanan Google Business. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepri, Jimmy Ho. Menurutnya, modus yang digunakan oleh para peretas adalah dengan mengganti nomor kontak resmi hotel dengan nomor yang mereka kendalikan, sehingga dapat menipu calon pelanggan yang berusaha untuk melakukan reservasi. Jimmy menyampaikan bahwa peretasan ini tidak hanya terjadi di Kepri, tetapi juga telah ditemukan di beberapa kota besar lainnya di Indonesia, termasuk Jakarta, Semarang, Denpasar, dan Sabang. Meskipun demikian, ia memilih untuk tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai hotel-hotel yang menjadi korban tersebut, demi menjaga kerahasiaan dan keamanan masing-masing hotel. Meskipun peretasan telah terjadi, PHRI memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan dari pelanggan yang menjadi korban penipuan akibat insiden ini. Sebagai langkah antisipatif, Jimmy menjelaskan bahwa pengumuman telah dirilis dari pusat kepada seluruh hotel untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, setiap hotel diimbau untuk melakukan klarifikasi mengenai informasi kontak yang benar kepada konsumen. Dengan langkah responsif dari PHRI ini, Jimmy mengharapkan agar konsumen dan hotel-hotel dapat lebih waspada terhadap modus penipuan daring yang semakin berkembang dan canggih. Ia merekomendasikan agar pelanggan selalu memeriksa informasi pada situs resmi hotel, dan meminta agar semua hotel tetap berhatihati serta memastikan bahwa informasi kontak yang mereka sediakan kepada publik adalah akurat. Saat ini PHRI Kepri sedang berupaya semaksimal mungkin untuk memitigasi isu peretasan ini dan mendorong instansi terkait untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi situasi yang ada. Dengan kolaborasi dari semua pihak, diharapkan ancaman ini dapat diminimalisir dan kepercayaan publik terhadap industri perhotelan di Kepri tetap terjaga. ANTARA