**Borneonews**, Balikpapan - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, berkolaborasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, meresmikan operasional prototipe kapal diesel berbahan bakar ganda atau *diesel dual fuel* (DDF) yang merupakan crewboat milik PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Peresmian tersebut berlangsung di Pelabuhan Somber, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada hari Senin. Dalam sambutannya, Menteri Arifin memberikan penghargaan atas inisiatif yang telah dilakukan oleh PHM dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi emisi. Hal ini sejalan dengan target *net zero emission* (NZE) pada tahun 2060, atau bahkan lebih cepat.
"Dengan diresmikannya prototipe DDF crewboat ini, kami melihatnya sebagai bukti nyata partisipasi aktif dari perusahaan minyak dan gas bumi Indonesia, yang diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi PHM dan masyarakat secara umum," ungkap Arifin. Ia menegaskan bahwa saat ini dunia sedang bergerak menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan, termasuk dalam sektor transportasi. Organisasi Maritim Internasional (*International Maritime Organization* - IMO) juga telah merumuskan penggunaan bahan bakar transportasi yang berorientasi pada lingkungan dengan kandungan *low* maupun *zero carbon*.
Lebih lanjut, Arifin menghimbau agar inisiatif modifikasi kapal DDF dapat diterapkan pada kapal-kapal lain. Ia menyampaikan bahwa modifikasi ini mampu memberikan efisiensi yang sangat besar, mencapai 80 persen untuk setiap kapal yang dimodifikasi menjadi DDF. "Ini kan baru tahun 2024, trial setahun masih bagus. Kemudian, bisa diekspansi ke kapal-kapal lainnya. Jika jumlah kapal yang dimodifikasi semakin banyak, dari hasil ini kami akan kaji aspek-aspek yang bisa mendorong inisiatif dan motivasi para pengusaha kapal. Apabila hasilnya menunjukkan nilai keekonomian dan investasi yang baik, mereka bisa melanjutkan investasi untuk melakukan modifikasi," kata Menteri ESDM.
Di samping itu, Arifin menjelaskan bahwa penggunaan kapal DDF akan memaksimalkan produksi gas dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada minyak bumi, yang harganya terus meningkat. Ia mengamati bahwa dengan konstelasi geopolitik yang ada saat ini, harga minyak sulit untuk turun di bawah 70 dolar AS per barel. "Jadi, apabila harga minyak turun 5 dolar, produksinya bisa turun 9 lagi. Saat ini kita harus memanfaatkan energi apa yang ada di dalam negeri," jelas Arifin.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga memberikan apresiasi atas usaha yang dilakukan oleh PHM dengan pengoperasian kapal DDF. Ini merupakan langkah nyata Indonesia dalam melaksanakan rekomendasi IMO untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim dengan mengurangi emisi dari transportasi laut. "Melalui beragam upaya seperti *green shipping*, ini sejalan dengan inisiatif yang digagas oleh IMO, dan kita perlu mendukung serta melakukan mitigasi atas kewajiban penggunaan bahan bakar rendah sulfur," tambah Budi.
Sementara itu, General Manager PHM Setyo Sapto Edi menjelaskan bahwa teknologi kapal DDF adalah bagian dari upaya efisiensi transportasi yang diterapkan PHM. Kapal berbasis diesel biasanya memakan bahan bakar dalam jumlah besar, sementara kapal DDF dapat mengurangi penggunaan diesel hingga 40 persen, dengan sisa 60 persen menggunakan gas alam cair (*LNG*). "Dari estimasi, efisiensi yang kami peroleh dari crewboat tersebut mencapai sekitar Rp12 juta per hari, apabila menggunakan 30 MMBTU LNG setiap hari," ungkapnya.
Kapal DDF merupakan jenis kapal yang telah dimodifikasi sehingga dapat berjalan dengan campuran bahan bakar diesel dan gas alam. Meskipun tidak sepenuhnya menghilangkan penggunaan bahan bakar diesel, teknologi ini efektif dalam mengurangi pemanfaatan diesel. Tabung LNG dipasang di kompartemen tangki bahan bakar. Berdasarkan studi PHM, potensi optimasi dari pemanfaatan DDF ini akan mengurangi penggunaan bahan bakar diesel sebesar kiloliter per tahun untuk 10 crewboat yang beroperasi di wilayah offshore WK Mahakam, serta berpotensi mengurangi biaya operasional sekitar 4,1 juta dolar AS per tahun. Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Direktur Pengembangan & Produksi PHE Awang Lazuardi, serta Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia Sunaryanto.
ANTARA
Menteri ESDM Resmikan Kapal Diesel Dual Fuel di Balikpapan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Komentar (0)
Memuat komentar…







