**Borneonews**, Situbondo - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, telah menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit tipe B dan tipe A untuk meningkatkan layanan rujukan bagi pasien yang terdaftar dalam Program Sehat Gratis (Sehati). Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo, Sandy Hendrayono, mengungkapkan bahwa pemda setempat telah berkolaborasi dengan RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, RSUD dr. Saiful Anwar Malang, dan RSUD dr. Soetomo Surabaya khusus untuk pasien rujukan yang memanfaatkan Program Sehati.
Sandy menjelaskan, "Pasien yang dirujuk ke rumah sakit tersebut hanya perlu membawa surat keterangan yang menyatakan bahwa mereka sudah terdaftar dalam Program Sehati yang diselenggarakan oleh Pemkab Situbondo." Program Sehat Gratis, yang berbasis pada KTP elektronik, merupakan inisiatif yang dihadirkan oleh Bupati Situbondo, Karna Suswandi, dan telah berjalan sejak tahun 2021. Program ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat yang belum terlindungi oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), menggunakan anggaran dari APBD.
Dia juga menambahkan bahwa seluruh rumah sakit milik pemerintah daerah memberikan pelayanan kepada pasien pengguna Program Sehati, termasuk di dalamnya RSUD dr. Abdoer Rahem, RSUD Asembagus yang terletak di kawasan timur Situbondo, dan RSUD Besuki di wilayah barat Situbondo. Selain itu, semua puskesmas yang tersebar di 17 kecamatan di wilayah Situbondo juga berpartisipasi dalam program ini. "Hingga saat ini, Program Sehat Gratis berbasis KTP elektronik ini belum menjalin kerja sama dengan rumah sakit swasta," ungkap Sandy.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, jumlah masyarakat yang memanfaatkan Program Sehat Gratis ini terus mengalami peningkatan yang signifikan. Sejak diluncurkan pada tahun 2021, banyak masyarakat terutama yang kurang mampu telah memanfaatkan layanan kesehatan gratis ini. Dimulai dengan jumlah pasien pengguna Program Sehati yang cukup banyak pada tahun 2021, kemudian meningkat pada tahun 2022 dan 2023. Pada tahun 2024, hingga bulan Juli, tercatat jumlah pasien yang terus bertambah.
Program Sehati telah terbukti efektif dalam menyediakan akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin yang belum terdaftar sebagai penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). Layanan kesehatan gratis ini dihadirkan untuk memangkas prosedur birokrasi yang berkepanjangan serta untuk memudahkan masyarakat miskin dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, baik untuk perawatan rawat inap maupun rawat jalan.
ANTARA
Kolaborasi Pemkab Situbondo, Rumah Sakit untuk Program Sehati
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Camat Hanau Ajak Masyarakat dan Perusahaan Bersinergi Kelola Sampah
Kelezatan Soto Ayam Diperkenalkan dan Jadi Menu Restoran Indonesia di Guangzhou
Amnesty Dorong Indonesia Maksimalkan Peran di PBB untuk Palestina
Jaringan Perompak Kapal Diringkus Polisi, Kerugian Korban Capai Ratusan Juta
Polda Kalteng Utamakan ETLE dan Tilang Teguran pada Operasi Patuh Telabang 2026
Seorang Anak 12 Tahun Diduga jadi Pelaku Pembakaran di Banjarmasin
Komentar (0)
Memuat komentar…







