JAKARTA –
**Borneonews, Jakarta** Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat sedang dalam proses pembahasan terkait jenis budi daya yang paling sesuai untuk diterapkan pada lahan pertanian perkotaan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Johar Baru, yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Kepala Sudin KPKP Jakarta Pusat, Penty Yunesi Pudyastuti, menjelaskan bahwa mereka masih dalam tahap penyusunan mengenai jenis tanaman serta metode yang akan digunakan. “Kami sedang merancang desain dan pola pertanian, apakah akan menggunakan pendekatan konvensional di lahan atau metode lainnya,” kata Penty saat memberikan keterangan di RPTRA Gondangdia yang terletak di Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat. Penty melanjutkan bahwa pembangunan urban farming akan dilakukan setelah Sudin Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) menyelesaikan tahap awal proyek. Dengan demikian, bentuk dan model dari pertanian perkotaan tersebut bisa berupa sistem hidroponik, sistem konvensional, atau pot hidroponik untuk sayuran dan tanaman. “Kami akan mulai beroperasi setelah tahap penataan selesai. Pada tahap sebelumnya, kami baru saja menyelesaikan perobohan bangunan, dan kami akan masuk setelah Sudin Tamhut selesai mengaturnya. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya,” ungkap Penty. Sebagaimana diketahui, bangunan yang sebelumnya merupakan milik Pemprov DKI Jakarta di Jalan Kramat Jaya Baru IV, Johar Baru, Jakarta Pusat, akan diubah menjadi ruang terbuka biru yang dilengkapi dengan lintasan lari (jogging track) guna meningkatkan fasilitas interaksi warga. “Bangunan ini memiliki luas sekitar 982 meter persegi, di mana 20 persen dari area tersebut akan difungsikan sebagai ruang terbuka biru, sementara sisanya akan dimanfaatkan sebagai ruang interaksi sosial, lahan pertanian perkotaan, area hijau, fasilitas olahraga seperti jogging track, serta berbagai sarana lainnya,” jelas Kepala Sudin Tamhut Jakarta Pusat, Mila Ananda. Mila menambahkan bahwa lokasi tersebut tidak hanya akan dipenuhi oleh berbagai jenis tanaman pelindung dan hias, tetapi juga akan melibatkan kerja sama dengan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat untuk membangun fasilitas penampungan air atau embung sebagai bagian dari ruang terbuka biru. “Ruang terbuka biru ini nantinya akan berfungsi sebagai tangkapan air atau embung yang dapat membantu mengendalikan genangan di sekitar Johar Baru. Terdapat informasi bahwa area ini masih mengalami genangan, sehingga lokasi ini diharapkan dapat berperan sebagai pengendali genangan di kawasan sekitarnya,” tambah Mila. Selain itu, ruang terbuka di Johar Baru juga akan disertai dengan lahan pertanian perkotaan, di mana pengembangannya akan terus dikoordinasikan dengan Sudin KPKP Jakarta Pusat terkait dengan konsep dan desain yang akan diterapkan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menciptakan ruang publik yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan di wilayah perkotaan. ANTARA