JAKARTA –
**Borneonews, Jakarta** - Asosiasi Museum Indonesia memberikan pengakuan terhadap desain Istana Garuda yang terletak di Ibu Kota Nusantara (IKN). Mereka menganggap bahwa karya ini merupakan hasil kreativitas orisinal yang patut mendapatkan apresiasi tinggi. Menurut Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana, karya tersebut mencerminkan kebanggaan dan kepercayaan diri bangsa Indonesia dalam sektor pembangunan infrastruktur. "Kita harus bangga, desain Istana Garuda IKN merupakan karya orisinalitas anak bangsa yang menunjukkan rasa bangga dan percaya diri Bangsa Indonesia dalam bidang pembangunan infrastruktur," ucapnya. Dalam pengembangan desain Istana Garuda, sebanyak 44 ahli dari berbagai disiplin ilmu ikut terlibat, mulai dari profesor, doktor, ahli tanah, hingga spesialis lainnya. Kontribusi para ahli ini bertujuan untuk memastikan bahwa desain istana tidak hanya tampak indah, tetapi juga aman dan fungsional. Hal ini penting demi menciptakan aspek ketahanan bangunan yang akan berdiri sebagai simbol nasional. Putu Supadma Rudana menggarisbawahi bahwa perancang Istana Garuda, I Nyoman Nuarta, layak disebut sebagai seorang maestro kelas dunia. Ia menjelaskan bahwa ide desain Istana Garuda membawa pesan penyatuan berbagai suku yang ada di Indonesia, di mana filosofi tersebut diwujudkan dalam pilihan bentuk Garuda sebagai representasi bangunan. "Desain ini menunjukkan bahwa istana negara harus menggambarkan ciri sebuah bangsa yang berwibawa dan kuat. Di kerangka sayap Istana Garuda, bentuknya hendak memeluk, yang menurut saya mempunyai makna sebagai pelindung Bangsa Indonesia yang mampu merangkul keberagaman suku di Indonesia tanpa menimbulkan kecemburuan satu sama lain," jelasnya. Lebih lanjut, Putu juga menjelaskan bahwa pembangunan Istana Garuda memanfaatkan produk lokal yang mematuhi prinsip Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Sebagai contoh, baja yang digunakan untuk struktur dan badan Garuda dibeli dari Krakatau Steel, dan proses produksinya dilakukan di pabrik-pabrik baja besar di dalam negeri. Ia menambahkan, "Proses pembangunan dan penyusunannya melibatkan teknologi canggih, seperti las laser untuk memastikan bahwa logam yang digunakan tetap stabil, tahan cuaca, dan tidak bergelombang, yang bisa bertahan hingga ratusan tahun. Belum lagi penggunaan kaca antipeluru dan beton dengan ketebalan tertentu, membuat Garuda tampak gagah dengan kepala yang menengok ke depan." Dengan demikian, desain Istana Garuda tidak hanya menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga menciptakan reputasi yang kuat bagi bangsa Indonesia dalam aspek arsitektur dan pembangunan infrastruktur. ANTARA