PALEMBANG –
**Borneonews**, Palembang - Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Wilayah Sumatera menginformasikan bahwa dua helikopter pengebom air dan satu ekskavator telah dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang terletak di provinsi Sumatera Selatan. Kepala BPPIKHL Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa saat ini tim satuan tugas (satgas) karhutla sedang melakukan usaha pemadaman di kawasan tersebut dengan dukungan penuh dari dua helikopter pengebom air dan satu alat berat ekskavator. Dalam penjelasannya, Ferdian menyebutkan bahwa ekskavator yang dikerahkan berfungsi untuk menggali kanal guna menambah volume air serta membantu dalam melaksanakan penyekatan sehingga api tidak menyebar lebih luas. Dia juga mengungkapkan berbagai kendala yang dihadapi para petugas pemadaman dalam menangani kebakaran di kawasan tersebut. Salah satu tantangan terbesar adalah perubahan arah angin yang dapat meningkatkan risiko penyebaran api, sehingga petugas harus senantiasa menyesuaikan strategi dengan situasi yang ada sembari mengutamakan keselamatan personel di lapangan. Lebih lanjut, Ferdian menjelaskan bahwa kawasan yang terdampak kebakaran dilengkapi dengan bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti semak-semak dan pohon karet, yang dengan cepat dapat terbakar dan menjadi penyebab meluasnya kebakaran. "Tim pemadam saat ini masih berupaya untuk mematikan titik api yang ada,” ungkapnya. Data dari BPPIKHL Wilayah Sumatera menunjukkan bahwa lahan yang mengalami kebakaran di Sumatera Selatan telah mencapai 750,83 hektare pada periode Januari hingga Juli 2024. Dari jumlah tersebut, rincian lahan terbakar terdiri dari 308,56 hektare lahan gambut dan 442,26 hektare lahan mineral. Pengelolaan dan penanggulangan karhutla ini menjadi salah satu fokus utama BPPIKHL demi menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah dampak negatif yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan. ANTARA