KUPANG –
**Borneonews**, Maumere - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan peringatan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki, yang terletak di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengenai potensi penyebaran debu vulkanik. Peringatan ini disampaikan menyusul aktivitas erupsi gunung berapi tersebut yang terjadi setiap hari. Menurut Pengamat Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Emanuel Rofinus Bere, daerah yang paling terdampak oleh sebaran debu gunung berapi dalam tiga hari terakhir meliputi desa-desa di arah barat daya, barat, dan barat laut. Dalam peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Api Lewotobi Laki-laki, terdapat beberapa lokasi yang menjadi perhatian, di antaranya adalah Desa Nawokote yang terletak di sisi barat daya, disusul oleh Desa Boru dan Dusun Padang Pasir, serta Desa Boru Kedang di sisi barat. Sementara itu, di sisi barat laut, ada lokasi-lokasi seperti Duaun Wolorona, Desa Pululera, Desa Klatanlou, dan Desa Dulipali yang juga perlu diwaspadai. Emanuel menjelaskan bahwa fenomena erupsi terus berlangsung, dan dari pengamatan yang dilakukan, terpantau sejumlah gempa yang menunjukkan adanya aktivitas vulkanik, baik itu gempa vulkanik dalam maupun dangkal. Hal ini menandakan bahwa suplai magma masih terjadi di dalam perut bumi. Data yang tercatat menunjukkan terdapat 15 kali kejadian erupsi yang berlangsung dari tanggal 11 Agustus hingga 13 Agustus pada pukul Waktu Indonesia Tengah (WITA). Saat pengamatan berlangsung, tinggi kolom abu erupsi teramati berkisar antara 200 meter hingga lebih dari 200 meter di atas pusat erupsi. Sebagai langkah pencegahan, Emanuel menyarankan agar masyarakat yang berada di sekitar area rawan gunung tersebut selalu menggunakan masker dan pelindung mata guna menghindari paparan langsung dari abu vulkanik. Dengan status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki yang masih berada pada Level III atau Siaga, Badan Geologi merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi. Rekomendasi ini juga diterapkan untuk sektor-sektor lain, yakni empat kilometer ke arah utara-timur laut serta lima kilometer ke arah timur laut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan selalu mengikuti informasi terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Geologi melalui Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki. Hal ini penting agar masyarakat dapat mengambil langkah cepat dan tepat jika situasi darurat terjadi. ANTARA