JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa urusan pengunduran diri Airlangga Hartarto dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar merupakan masalah internal partai tersebut. Penegasan ini disampaikan oleh Joko Widodo saat ia menjawab pertanyaan dari wartawan mengenai isu yang beredar tentang adanya pembicaraan antara dirinya dan struktur Partai Golkar, yang dianggap dapat mempengaruhi keputusan Airlangga. "Urusan Pak Airlangga itu urusan internal partai, di dalam partai itu terdapat proses dan mekanisme yang harus diikuti," ujar Presiden setelah melakukan peninjauan terhadap Training Center PSSI di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada hari Selasa. Presiden Jokowi juga menyarankan agar media menanyakan langsung mengenai isu tersebut kepada Airlangga Hartarto atau kepada politisi Golkar lainnya seperti Dito Ariotedjo, yang menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga dan kebetulan hadir mendampinginya. "Silakan ditanyakan kepada Golkar, kepada Pak Airlangga, di sini juga ada (politisi) Golkar, Pak Dito. Tanyakan kepada mereka. Jangan saya mencampuri urusan internal partai," imbuh Jokowi. Sebelumnya, Airlangga Hartarto telah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Dalam rekaman video yang disiarkan oleh Partai Golkar, ia menjelaskan bahwa alasannya mengundurkan diri adalah untuk menjaga keutuhan partai dan memastikan stabilitas organisasi selama masa transisi pemerintahan. Airlangga menambahkan bahwa pengunduran dirinya efektif terhitung sejak Sabtu malam, tanggal 10 Agustus. Selain itu, menjelang keputusan pengunduran dirinya, Bahlil Lahadalia, politisi Golkar yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi, diketahui sempat mengadakan pertemuan terpisah dengan Presiden Joko Widodo dan politikus senior Golkar, Jusuf Kalla. Meski demikian, Bahlil menegaskan bahwa pertemuan tersebut hanya bertujuan untuk meminta arahan dari Presiden dan bersilaturahmi dengan Jusuf Kalla. "Oh biasalah bertemu dengan Bapak Presiden. Sebagai Presiden Republik Indonesia, saya merasa perlu untuk meminta arahan. Sementara dengan Pak JK, sebagai senior saya, wajar saya melakukan silaturahmi," ungkap Bahlil di IKN pada hari Senin, tanggal 12 Agustus. Sementara itu, Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar, Agung Laksono, menegaskan bahwa pengunduran diri Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum partai bukan merupakan hasil dari tekanan yang datang dari internal partai. Agung menyatakan bahwa keputusan yang diambil oleh Airlangga adalah sepenuhnya keputusan pribadi yang diambil tanpa adanya intervensi atau paksaan dari pihak manapun. Keputusan tersebut diumumkan di Jakarta pada hari Minggu, tanggal 11 Agustus. ANTARA