**Borneonews**, Jakarta - Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan terbaru menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada penutupan sesi perdagangan Selasa, Rupiah tercatat menguat sebesar 122 poin atau 0,77 persen, mencapai posisi per dolar AS, mengindikasikan kecenderungan positif di tengah fokus pasar terhadap data inflasi produsen yang akan dirilis oleh Amerika Serikat (AS).
Analis dari ICDX, Taufan Dimas Hareva, mengekspresikan bahwa saat ini para investor masih menantikan informasi yang lebih lengkap dari indeks harga produsen (IHP) dan indeks harga konsumen (IHK) AS, yang dijadwalkan akan diperkenalkan dalam minggu ini. Data ini diharapkan dapat memberikan arahan lebih lanjut mengenai prospek penurunan suku bunga, yang merupakan tema hangat di kalangan pelaku pasar.
Pergerakan mata uang Rupiah, menurut Taufan, mengalami penguatan di tengah spekulasi mengenai kemungkinan penurunan suku bunga oleh bank sentral AS, yang dikenal dengan sebutan *The Fed*. Optimisme di kalangan pelaku pasar kembali bangkit setelah Gubernur The Fed, Michelle Bowman, mengubah nada kebijakannya yang sebelumnya cenderung *hawkish*. Dalam pernyataan yang diungkapkannya pada hari Sabtu, 10 Agustus, Bowman menyatakan bahwa ada beberapa kemajuan yang menunjukkan tren penurunan inflasi secara berkelanjutan dalam beberapa bulan terakhir.
Lebih lanjut, Bowman mengindikasikan bahwa jika data ekonomi berlanjut menampilkan inflasi yang bergerak mendekati target 2 persen, maka penurunan suku bunga dapat dijalankan secara bertahap. Hal ini menjadi sentimen positif bagi pasar, yang dilihat dari respons terhadap kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia. Pada Selasa lalu, JISDOR tercatat naik ke level per dolar AS, menunjukkan meningkatnya daya tarik investasi di pasar domestik.
Dengan situasi ini, para pelaku pasar akan terus memantau rilis data inflasi yang akan datang, yang dapat sangat mempengaruhi kebijakan moneter dan pergerakan nilai tukar ke depannya. Meningkatnya minat investor dapat menjadi indikator positif bagi stabilitas ekonomi dan nilai tukar Rupiah di pasar global.
ANTARA
Rupiah Menguat di Tengah Menanti Data Inflasi AS, Ini Alasannya
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







