**Borneonews**, Kendari - PT Aneka Tambang (Antam) Tbk Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Nikel Kolaka yang berlokasi di Sulawesi Tenggara, telah melaksanakan program penanaman bibit pohon mangrove pada tahun 2024 di pesisir pantai Kecamatan Pomalaa. Kegiatan ini dilakukan dalam kerjasama dengan organisasi sosial Karang Taruna serta partisipasi aktif masyarakat sekitar. Fajar Riandi Tanjung, selaku Assistant Manager Mine Environment Management PT Antam, menyampaikan bahwa hingga akhir Desember 2023, mereka telah menanam bibit pohon mangrove dengan luas total hamparan mencapai sekitar 55 Hektare yang tersebar di Kecamatan Pomalaa.
Selain penanaman bibit mangrove, Fajar menambahkan bahwa PT Antam juga melaksanakan kegiatan reklamasi lainnya di lahan bekas tambang dengan melibatkan 11 organisasi Karang Taruna di setiap desa. Tiap organisasi tidak hanya bertugas melakukan penanaman, tetapi juga bertanggung jawab atas pemeliharaan tanaman yang ditanam. "Untuk itu, tahun ini kita akan menanam kembali sekitar bibit mangrove," ujarnya.
Kegiatan reklamasi yang dilakukan oleh Antam ini mencerminkan kepedulian serta komitmen perusahaan terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar, dan diharapkan juga dapat membantu menciptakan lapangan kerja baru di komunitas yang erat dengan industri pertambangan. Fajar menjelaskan bahwa data reklamasi yang telah dilakukan oleh PT Antam Tbk UBP Nikel Kolaka sejak tahun 2012 hingga Juni 2024 menunjukkan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjaga lingkungan bekas tambang. Berikut adalah data luas lahan yang telah direklamasi berdasarkan tahun:
- Reklamasi tahun 2012 dengan luas lahan sekitar 24,04 Hektare.
- Reklamasi tahun 2013 dengan luas lahan sekitar 16,33 Hektare.
- Reklamasi tahun 2014 dengan luas lahan sekitar 22,22 Hektare.
- Reklamasi tahun 2015 dengan luas lahan sekitar 33,19 Hektare.
- Reklamasi tahun 2016 dengan luas lahan sekitar 32,54 Hektare.
- Reklamasi tahun 2017 dengan luas lahan sekitar 23,45 Hektare.
- Reklamasi tahun 2018 dengan luas lahan sekitar 20,64 Hektare.
- Reklamasi tahun 2019 dengan luas lahan sekitar 23,19 Hektare.
- Reklamasi tahun 2020 dengan luas lahan sekitar 21,48 Hektare.
- Reklamasi tahun 2021 dengan luas lahan sekitar 21,00 Hektare.
- Reklamasi tahun 2022 dengan luas lahan sekitar 21,19 Hektare.
- Reklamasi tahun 2023 dengan luas lahan sekitar 33,74 Hektare.
- Reklamasi Juni 2024 dengan luas lahan sekitar 16,29 Hektare.
Melalui upaya-upaya tersebut, PT Antam menunjukkan dedikasi dan tanggung jawabnya tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan di daerah tambang.
ANTARA
Antam Lakukan Penanaman Mangrove untuk Reklamasi Lingkungan
Bagikan:

KENDARI –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kehadiran Siswa Rendah saat PJJ, Disdik Palangka Raya Evaluasi Pelaksanaan UAS Desember ke Januari 2027
Polisi Tangkap Terduga Pencuri Perengkat Telekomunikasi Milik Telkomsel di Kotim
RSUD dr Murjani Sampit Matangkan Persiapan Akreditasi.?
Motor Terbakar di Tengah Jalan Kampung Melayu Banjarmasin
Wali Kota Palangka Raya Tanggapi Penetapan Karhutla Kategori Sedang
Pencarian 53 Korban KM Virgo Transport 8 Masih Berlangsung
Komentar (0)
Memuat komentar…







