JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams, mengungkapkan bahwa Indonesia dan Australia telah mengikat tali persahabatan yang kuat selama lebih dari tujuh dekade. Selama pernyataannya, Dubes Penny menekankan bahwa hubungan antar masyarakat kedua negara ini telah terjalin sejak sebelum Indonesia meraih kemerdekaannya. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara pembukaan pameran "Two Nations: A Friendship is Born" yang berlangsung di Museum Bahari, Jakarta, pada hari Selasa. Dubes Penny juga menyampaikan bahwa pameran ini merupakan suatu perayaan istimewa yang menggambarkan periode-signifikan dalam sejarah kedua negara. Dia mengingatkan kembali tentang peran penting Australia pada masa awal kemerdekaan Indonesia, ketika Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta menunjuk Australia untuk mewakili Indonesia dalam perundingan PBB yang berkaitan dengan kemerdekaan. Penunjukan ini menunjukkan betapa eratnya hubungan diplomatik yang telah terjalin dengan baik antara kedua negara. Lebih jauh, Dubes Penny juga menyoroti figur Molly Bondan, seorang warga Australia yang memiliki kontribusi besar dalam mengabarkan kemerdekaan Indonesia kepada dunia internasional. Penyebutan Molly Bondan sangatlah beralasan, karena ia diangkat menjadi penulis pidato bagi Presiden Soekarno serta menjabat sebagai sekretaris pers. "Kisah-kisah seperti yang dialami oleh ibu Molly dan peran bersejarahnya akan dipaparkan secara lengkap dalam pameran ini," ungkapnya. Pameran "Two Nations: A Friendship is Born" tidak hanya menampilkan artefak dan fakta sejarah, tetapi juga beberapa film dokumenter yang relevan, seperti "Indonesia Calling" dan "Batavia 1945". Film "Indonesia Calling" adalah dokumenter yang dirilis pada tahun 1946, mencatat langkah Australia dalam mendukung kemerdekaan Indonesia melalui pemboikotan kapal-kapal Belanda yang berlabuh di pelabuhan Australia. Sedangkan "Batavia 1945" menyajikan rekaman pertemuan antara akademisi dan diplomat Australia dengan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Hatta, beserta para pemimpin Indonesia lainnya pada tahun yang sama. Kepala Biro Kerja Sama Daerah Jakarta, Marulina Dewi, menyampaikan harapannya bahwa pameran yang menyoroti sejarah hubungan antara Indonesia dan Australia ini dapat mempromosikan museum yang ada di Jakarta kepada masyarakat internasional. Marulina menegaskan nilai penting dari museum, yang merupakan suatu hal yang sangat unik bagi komunitas global. "Jakarta memiliki banyak museum, dan ini merupakan potensi luar biasa untuk memperkenalkan heritage tourism kepada dunia internasional," imbuhnya. Pameran "Two Nations: A Friendship is Born" direncanakan berlangsung di Museum Bahari Jakarta dari tanggal 15 Agustus hingga 1 September 2024. Selain di Jakarta, pameran ini juga akan dilaksanakan di Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Kegiatan ini diselenggarakan dalam kerja sama dengan Museum Nasional Maritim Australia sebagai cara untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik yang telah terjalin antara kedua negara. ANTARA