PADANG –
**Borneonews**, Agam Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam di Sumatera Barat (Sumbar) telah melaksanakan vaksinasi polio bagi anak-anak dalam rangka Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio putaran pertama tahun 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap anak-anak dari penyakit polio. Kepala Dinkes Agam, Hendri Rusdian, melaporkan bahwa sekitar 69,25 persen anak usia 0-7 tahun telah menerima vaksin polio selama pelaksanaan PIN yang berlangsung dari tanggal 23 hingga 30 Juli 2024. Meskipun Dinkes telah menetapkan target cakupan vaksinasi sebesar 90 persen pada putaran pertama ini, ternyata realisasi yang tercapai belum sesuai dengan harapan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya penerimaan dari masyarakat terhadap program PIN Polio, yang mungkin dipengaruhi oleh pasca pemberian vaksin COVID-19. Hendri Rusdian menjelaskan bahwa Dinkes telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, seperti sosialisasi di tingkat kabupaten, kecamatan, nagari, hingga di puskesmas. Langkah-langkah ini juga mencakup imbauan melalui puskesmas keliling, sekolah, dan pemasangan spanduk sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi. Selain itu, ia menekankan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah pemberian vaksin COVID-19, di mana terjadi penolakan dari sebagian warga yang berdampak pada tingkat partisipasi yang rendah ini. Untuk itu, Dinkes Agam terus berupaya menjalankan sosialisasi agar target vaksinasi dapat tercapai, sehingga semua anak yang menjadi sasaran dapat terlindungi dari dampak negatif penyakit polio, yang dikenal berpotensi menyebabkan kelumpuhan. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, Dinkes Agam telah memulai putaran kedua imunisasi polio yang berlangsung dari tanggal 12 hingga 19 Agustus 2024, dengan tetap menargetkan cakupan vaksinasi mencapai 90 persen. Data sasaran untuk vaksinasi ini diambil dari pusat data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI). Hendri menuturkan bahwa vaksinasi polio dilakukan dalam dua tahap untuk anak-anak berusia 0-7 tahun dan hanya akan diberikan kepada anak-anak yang orang tuanya setuju. Jika ada orang tua yang menolak, maka anak tersebut tidak akan diberikan vaksin. Dinkes Agam juga telah melibatkan petugas dari 23 puskesmas dalam pelaksanaan PIN Polio 2024 dan berharap agar masyarakat berpartisipasi aktif dalam program ini. "Keikutsertaan masyarakat sangat kami butuhkan agar target pemberian vaksin polio dapat tercapai dan semua anak terlindungi dari penyakit ini," ujarnya. ANTARA