BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengungkapkan hasil deteksi dini melalui Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (PERISAI) pada tanggal 13 Agustus 2024.
Berdasarkan analisis tersebut, beberapa kelurahan di Kota Palangka Raya menunjukkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah pada level aman (berwarna biru), level sedang (berwarna hijau), dan level tinggi (berwarna kuning).
Dengan adanya informasi ini, disarankan kepada Tim Tanggap Resiko Bencana (TRC) dan Pos Pemadam Kebakaran (Poslap) Satgas Karhutla untuk melakukan patroli di daerah rawan Karhutla.
"Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk memantau dan mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat terjadi di Kota Palangka Raya," katanya, Selasa, 13 Agustus 2024.
Pentingnya kolaborasi antara BPBD, Tim TRC, dan Poslap Satgas Karhutla dalam melakukan patroli di daerah rawan Karhutla menjadi kunci dalam upaya pencegahan bencana kebakaran.
--page
"Tindakan proaktif ini diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran serta melindungi lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar wilayah yang rentan," pungkasnya. (PATHUR/Y)









