MANADO –
**Borneonews**, Bolaang Mongondow - Banjir melanda permukiman warga di tiga kecamatan di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, akibat hujan deras yang mengguyur daerah tersebut. Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolaang Mongondow, Abdul Muin, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi sejak tanggal 12 Agustus 2024 hingga saat ini telah menyebabkan debit air sungai meningkat secara signifikan, sehingga merendam permukiman masyarakat. Abdul Muin menjelaskan bahwa kecamatan-kecamatan yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Dumoga, yang mencakup Desa Toruakat dan Desa Pusian. Selain itu, di Kecamatan Dumoga Timur, banjir merendam permukiman di Kelurahan Imandi, Desa Tonom, serta Desa Mogoyunggung 1. Sementara itu, di Kecamatan Lolayan, hujan deras menyebabkan banjir di empat titik, yakni Desa Tanoyan Utara, Desa Tanoyan Selatan, Desa Mengkang, dan Desa Mopusi. Untungnya, dalam peristiwa banjir tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, luapan air juga menyebabkan kerusakan infrastruktur, di mana dua jembatan di Desa Mengkang mengalami putus, dan satu jembatan lainnya di jalan perkebunan Desa Mopusi juga terputus. Di Desa Bakan, satu rumah papan dilaporkan terbawa arus banjir. Abdul Muin menambahkan bahwa jumlah rumah yang terendam banjir masih dalam proses pendataan. Setelah menerima laporan dan informasi dari pemerintah setempat serta masyarakat melalui Contact Center Pusdalops-PB, BPBD segera menerjunkan personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) untuk melakukan kaji cepat di wilayah yang terkena dampak. Saat laporan ini dibuat, kondisi di lokasi menunjukkan bahwa luapan air masih merendam permukiman dengan tinggi bervariasi antara lima puluh sentimeter hingga satu meter, dan cuaca di lokasi kejadian masih didominasi oleh hujan lebat. Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah makanan siap saji dan perahu karet untuk membantu evakuasi dan penanganan korban. Kejadian ini menggambarkan dampak signifikan yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem yang melanda daerah tersebut dan perlunya perhatian lebih dalam menghadapi kondisi bencana seperti ini. ANTARA