BORNEONEWS, Palangka Raya - Kader kesehatan diminta untuk terus menggencarkan edukasi atau informasi kepada ibu-ibu tentang manfaat menyusui. Ini sebagai langkah yang baik dalam upaya pencegahan stunting dan meningkatkan kesehatan anak.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, Suyuti Syamsul mengatakan, langkah tersebut dapat dilakukan dengan mengunjungi rumah warga, berikut memberikan informasi tersebut.
"Manfaatkan kegiatan posyandu sebagai momen untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya ASI eksklusif. Kader kesehatan dapat memberikan presentasi atau menggunakan alat peraga untuk menjelaskan manfaat ASI," katanya, Selasa, 13 Agustus 2024.
Dia juga menyarankan agar dapat membentuk kelompok pendukung menyusui di komunitas yang dipandu oleh kader kesehatan. Ini untuk memberikan dukungan satu sama lain, berbagi tips dan mengatasi masalah yang mungkin dihadapi selama menyusui.
"Jika ada ibu yang mengalami kesulitan menyusui, kader kesehatan bisa bekerja sama dengan puskesmas atau klinik untuk merujuk ibu ke ahli laktasi," bebernya.
--page
Dia menambahkan, kader kesehatan bekerja sama dengan bidan dan tenaga medis lainnya untuk mendampingi ibu sejak masa kehamilan agar lebih siap dan percaya diri dalam menyusui.
"Kader kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan praktik menyusui di kalangan ibu-ibu, yang pada gilirannya dapat membantu mengurangi angka stunting di masyarakat," tandasnya. (MARINI/Y)









