BOGOR –
**Borneonews, Kabupaten Bogor** - Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor, Jawa Barat, saat ini sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami oleh Intan Nabila, seorang selebgram terkenal. Kasi Humas Polres Bogor, Iptu Desi Triana, memberikan informasi bahwa timnya sedang dalam perjalanan menuju lokasi kejadian untuk menindaklanjuti insiden yang terekam dalam sebuah video yang tengah viral. Desi menyatakan, "Kami Polres Bogor sedang menuju lokasi kejadian untuk menindaklanjuti peristiwa yang ada di video tersebut." Pihak kepolisian tidak hanya melakukan penyelidikan di lokasi, namun juga mengantar korban untuk menjalani pemeriksaan medis, atau visum, guna mengevaluasi dampak dari penganiayaan yang dilakukan oleh suaminya terhadap Intan Nabila. "Kami memintai keterangan, serta pihak Polres Bogor juga sedang bergerak untuk mencari dan mengamankan pelaku penganiayaan," tambahnya. Aksi kekerasan itu diketahui terekam oleh kamera pengintai atau CCTV yang terpasang di dalam kamar tidur korban. Dalam video yang diunggah di akun Instagram Intan Nabila, sejumlah tindakan kekerasan terlihat jelas. Suaminya terlibat dalam pemukulan terhadap Intan Nabila dengan kekerasan yang sangat ekstrem, dan dalam proses tersebut, bahkan sempat melukai bayi yang juga berada di atas tempat tidur saat insiden terjadi. Dalam keterangan yang menyertai video tersebut, Intan Nabila mengungkapkan perasaannya terkait situasi yang dialaminya. "Selama ini saya bertahan karena anak, ini bukan pertama kalinya saya mengalami KDRT. Ada puluhan video lain yang saya simpan sebagai bukti. Lima tahun sudah berumah tangga, banyak nama wanita mewarnai rumah tangga saya, beberapa bahkan teman saya. Sudah berkali-kali saya maafkan, tapi tak pernah terbuka hatinya," tulisnya. Ia melanjutkan, "Ternyata benar, perselingkuhan dan KDRT tidak akan pernah berubah. Maafkan saya jika selama ini menutup diri, membuat beberapa konten menyinggung. Saya seorang diri tidak pernah membuka aib rumah tangga saya, saya jaga martabatnya. Hari ini saya sudah tidak bisa menahan semua sendiri." Kasus ini telah menarik perhatian publik dan menyoroti isu serius mengenai kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia. Pihak kepolisian diharapkan dapat segera menemukan pelaku untuk memberikan keadilan bagi korban serta mencegah terjadinya kasus serupa di masa mendatang. ANTARA