BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagian besar masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Arut masih mengandalkan aktifitas mandi cuci kakus (MCK) di sungai, meminimalisir penyebaran berbagai penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat memfasilitasi pembuatan WC untuk warga.

Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Kobar Arif Susanto mengatakan, selama ini masyarakat yang ada di bantaran sungai masih mengandalkan sungai untuk keperluan buang air besar (BAB). Sementara Dinkes sendiri tengah mengkampenyekan untuk tidak BAB sembarangan.

Sebagai solusinya bagi masyarakat yang masih menggantungkan sungai untuk berbagai keperluan ini, Dinkes turut memfasilitasi pembuatan WC warga yang ada di kelurahan mendawai dan Raja sebarang.

"WC yang akan dibuat tidak memerlukan banyak biaya dan ramah lingkungan," ujar Arif.

Dalam pembuatannya, terang Arif, warga Kelurahan Raja Seberang dan Kelurahan Mendawai akan melakukan arisan untuk membuat WC. Hal ini juga diharapkan dapat memupuk kembali sikap gotong royong antarwarga.

"Sebelumnya sejumlah warga sudah diikutkan pelatihan membuat WC tersebut," bebernya.

Hingga saat ini baru ada empat yang terpasang di kelurahan Raja Sebarang. Namun hal ini bakal terus berlanjut dengan sistem arisan untuk membuat WC yang nantinya tiap rumah memiliki WC. Pihaknya optimis karena tingginya minat warga.

"Sementara targetnya dua rumah satu WC, sehingga kampanye stop BAB sembarangan tetap berjalan," pungkasnya.(CR-1/m)