**Borneonews**, Bekasi - Badan Pangan Nasional (Bapanas) aktif memantau harga berbagai komoditas pangan strategis demi menjamin stabilitas harga dan kelancaran pasokan, khususnya di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, terutama melalui pasar-pasar tradisional yang merupakan pusat distribusi pangan utama.
Deputi Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas, Nyoto Suwignyo, menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan di Pasar Tambun, Kabupaten Bekasi. "Berdasarkan arahan dari Kepala Bapanas, Bapak Arief Prasetyo Adi, kami melakukan pengecekan langsung terkait pasokan dan harga bahan pangan pokok yang menjadi kewenangan kami," ujar Nyoto setelah meninjau pasar tersebut.
Pemantauan tersebut fokus pada sejumlah komoditas penting seperti beras, bawang merah, cabai, bawang putih, daging ayam, dan daging ruminansia. Peran pasar tradisional dalam distribusi pangan kepada masyarakat luas membuat intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan keamanan pangan segar menjadi sangat penting.
Dari hasil pemantauan, Nyoto melaporkan bahwa pasokan berbagai komoditas saat ini dalam kondisi memadai dan harga pun menunjukkan penurunan yang positif. Misalnya, harga cabai yang sebelumnya mencapai Rp80 ribu per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp70 ribu, bahkan ada yang menjual hingga Rp65 ribu per kg. "Harga daging ayam dan daging sapi juga terpantau stabil dan aman, mendorong masyarakat untuk terus berbelanja di pasar tradisional yang menawarkan harga lebih baik dan produk segar," tambahnya.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa komponen pangan berperan dalam inflasi harga yang bergejolak. Secara bulanan, komponen ini mengalami deflasi sejak Mei hingga Juli 2024. Sementara itu, inflasi tahunan untuk pangan tetap terjaga dan cenderung menurun, dengan angka terbaru pada Juli 2024 tercatat sebesar 3,63 persen, mendekati target inflasi pemerintah di 2,5 persen plus minus 1 persen.
Selain pengawasan harga, Bapanas juga melakukan pengujian sampel keamanan pangan di pasar untuk memastikan konsumen dapat berbelanja dan mengonsumsi pangan strategis dengan nyaman. Nyoto menegaskan bahwa berbagai komoditas yang dijual telah diuji dan menunjukkan hasil negatif dari residu pestisida dan formalin, sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat. "Pemerintah memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan keamanan pangan di pasar. Jika ada temuan positif, kami akan melakukan investigasi lebih lanjut dan memberikan edukasi yang diperlukan," jelasnya.
Uji keamanan pangan dilakukan pada beberapa sampel komoditas seperti cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, tomat, dan wortel, yang menunjukkan hasil negatif dari residu pestisida. Begitu pula pada sampel ikan kembung dan daging ayam yang terbukti bebas dari formalin. Dalam kegiatan pemantauan kali ini, Bapanas didampingi oleh Tim Satgas Pangan Polri, menunjukkan kolaborasi yang erat dalam menjaga kualitas pangan di Pasar Tambun, Bekasi.
ANTARA
Bapanas Jamin Harga Pangan Stabil di Bekasi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Balai Bahasa Kalteng Gelar Webinar Etnisitas dan Ekologi Bahasa, Hadirkan Pakar Malaysia
Petani Rakumpit Gagal Panen Akibat Diserang Karhutla
Kadistanketpang Palangka Raya Tinjau Penyiapan Lahan Penangkaran Rusa di Kanarakan
Pemprov Kalteng Siapkan Bantuan Pangan untuk Hampir 5.000 Penerima Terdampak Karhutla
Pemerintah Aktifkan Rumah Oksigen untuk Warga Terdampak Karhutla
Polres Gumas Gandeng Disnakerkop UKM Bantu Pencari Kerja
Komentar (0)
Memuat komentar…







