SAMARINDA –
**Borneonews**, Samarinda - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa penerapan konsep MICE (*Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions* atau pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran) memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah tersebut. Melalui konsep MICE, terbukti bahwa kalangan pebisnis dari berbagai negara terdorong ikut terlibat karena kemudahan yang ditawarkan, termasuk kehadiran pameran yang dapat menarik minat pengunjung. Efek positif dari penerapan MICE telah terlihat jelas, khususnya pada semester I tahun 2024. Pada periode ini, Kaltim menerima kedatangan sejumlah wisatawan mancanegara yang signifikan, mencapai 80,42 persen dari total target akhir tahun 2024. Rinciannya, pada bulan Januari terdapat kunjungan wisatawan, diikuti Februari dengan jumlah wisatawan, Maret dengan orang, April yang menarik orang, Mei mendatangkan orang, dan Juni mencatat kunjungan wisatawan yang signifikan. Kegiatan MICE memberikan dampak ganda yang tidak hanya terkait dengan aspek kepariwisataan, tetapi juga memberikan keuntungan bagi sektor ekonomi lainnya. Hal ini termasuk peningkatan usaha penunjang seperti jasa akomodasi dan transportasi, serta jasa boga seperti restoran dan katering. Selain itu, ada pula dampak positif terhadap produk-produk ekonomi kreatif, yang meliputi seni, barang-barang seni, suvenir, dan oleh-oleh lokal baik berupa makanan maupun minuman olahan serta produk-produk lain terkait dengan jasa objek wisata. Sebagai imbas dari meningkatnya angka kunjungan wisatawan, sektor penginapan, homestay, dan perhotelan turut mengalami peningkatan aktivitas. Setiap perjalanan wisata tentunya memerlukan kebutuhan tambahan, salah satunya adalah akomodasi atau tempat bermalam. Tidak hanya MICE yang mendorong lonjakan kunjungan wisatawan, tetapi juga peningkatan konektivitas angkutan udara di Indonesia, termasuk pembukaan rute penerbangan di Kaltim. Industri penerbangan terus beradaptasi dengan tingginya permintaan jalur baru penerbangan domestik, seiring dengan meningkatnya permintaan perjalanan udara, baik untuk rute internasional maupun domestik, sejak tahun 2023. Sejak akhir tahun 2023, terjadi perkembangan positif dalam pertumbuhan sektor penerbangan secara global, yang dipicu oleh pembukaan kembali jalur penerbangan internasional utama. Di Indonesia sendiri, perkembangan ini didorong oleh tingginya permintaan perjalanan domestik, sehingga mendorong pemulihan industri penerbangan. Baihaqi, seorang pengamat industri pariwisata lokal, menambahkan bahwa upaya peningkatan penerbangan terutama didapatkan dari perjalanan domestik yang semakin meningkat. Ini mencerminkan pemulihan industri penerbangan yang didorong oleh permintaan lokal. ANTARA