KUPANG –
**Borneonews**, Kupang - PT Pertamina Patra Niaga yang beroperasi di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menegaskan kembali bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, berada dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan para nelayan setempat. Menurut Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, stok BBM bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan tersebut terpantau stabil dan mencukupi untuk melayani konsumsi penduduk. Pernyataan ini disampaikan sehubungan dengan adanya laporan mengenai kelangkaan BBM bersubsidi jenis Bio Solar yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi aktivitas nelayan di daerah tersebut. Ahad Rahedi menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan inspeksi ke beberapa lokasi SPBU di Kota Kupang, terutama di dua SPBU yang melayani nelayan dan tiga SPBU biasa, dan semuanya berada dalam kondisi yang aman. Dari pengamatan yang dilakukan, stok BBM bersubsidi jenis Bio Solar dilaporkan mencapai 55 kiloliter dengan rata-rata konsumsi harian sekitar 30 kiloliter. "Untuk Coverage days atau ketahanan hariannya kurang lebih dua hari. Tetapi pengirimannya dilakukan setiap hari sehingga aman," jelasnya dalam sebuah penjelasan lebih lanjut. Ahad juga menyinggung informasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTT mengenai dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang diselundupkan ke Timor Leste melalui modus penggunaan surat rekomendasi nelayan oleh oknum-oknum tertentu. Hal ini mengakibatkan para nelayan mengalami kesulitan memperoleh BBM subsidi. Sebagai upaya pencegahan, DKP Provinsi NTT memutuskan untuk membatasi masa berlaku surat rekomendasi pembelian BBM guna mengurangi kemungkinan penyalahgunaan. Pembatasan kuota terkait surat rekomendasi ini akan dikembalikan ke kondisi normal setelah dilakukan monitoring dan evaluasi lebih lanjut oleh DKP. Menanggapi situasi ini, pihak Pertamina Patra Niaga juga berkomitmen untuk melakukan pengecekan rutin ke lokasi dan memastikan bahwa ketersediaan stok di SPBU aman serta mencukupi untuk kebutuhan para nelayan sasaran. "Kami juga mengimbau kepada operator SPBU agar memastikan surat rekomendasi nelayan dilayani sesuai dengan ketentuan penyaluran BBM bersubsidi," tegas Ahad. Dalam upaya meningkatkan efisiensi, Ahad menyampaikan bahwa untuk ke depan, DKP NTT akan memanfaatkan aplikasi *X-STAR* dalam penerbitan surat rekomendasi bagi nelayan. Dengan demikian, perhitungan kebutuhan dapat disesuaikan dengan kapasitas dan durasi perjalanan kapal. Untuk mengoptimalkan penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran, pihak Pertamina terus berkoordinasi dengan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kupang. Tujuan koordinasi ini adalah untuk menyosialisasikan ketentuan penggunaan BBM bersubsidi yang tepat sasaran kepada masyarakat nelayan. ANTARA