BANDUNG –
**Borneonews**, Majalengka - Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, telah mengambil langkah proaktif dengan membentuk Posko Siaga Ketahanan Pangan Musim Kemarau. Inisiatif ini bertujuan menjaga agar lahan pertanian di wilayah tersebut tetap produktif meski menghadapi tantangan musim kemarau. Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Majalengka, Encu, menyatakan bahwa posko ini memperkuat langkah mitigasi serta pencegahan terhadap dampak kekeringan yang berpotensi mengganggu produktivitas lahan pertanian. Encu menjelaskan bahwa pembentukan posko ini melibatkan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka. Kerjasama ini dilakukan untuk memetakan kawasan rawan kekeringan dan pelibatan puluhan petugas penyuluh pertanian di seluruh Kabupaten Majalengka guna membantu para petani dalam memastikan tanaman padi mendapatkan pengairan yang memadai selama musim kemarau. “Kami berupaya memanfaatkan embung yang ada, mengingat sumber utama pengairan di beberapa wilayah Majalengka berasal dari situ,” ujar Encu. Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa tim posko bertugas memantau pemakaian air agar lebih efektif dan efisien. Langkah pencegahan terhadap kekeringan juga diwujudkan dalam bentuk pemanfaatan 107 unit mesin pompa air. Alat ini digunakan untuk menyedot air dari sumber air permukaan terdekat seperti embung atau sungai agar bisa dialirkan ke lahan pertanian. Mesin pompa air ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian RI, dan Encu berharap agar jumlahnya dapat ditingkatkan hingga mencapai kebutuhan ideal sebanyak 543 unit. Pendataan saat ini menunjukkan bahwa beberapa hektare lahan pertanian di Majalengka memang mengalami kekeringan, namun statusnya belum mencapai kondisi darurat. Dibandingkan data tahun 2022, luas lahan kekeringan justru berkurang sebanyak 98 hektare. Encu menekankan komitmen untuk terus membantu petani dalam menjaga produktivitas pertanian di Majalengka, dengan harapan agar lahan-lahan tersebut tidak mengalami kondisi *puso* atau gagal panen. “Jika sawah petani jauh dari sumber air, kami akan menyediakan mesin pompa dengan kapasitas lebih besar untuk mendukung pengairan lahan,” tambahnya. ANTARA