**Borneonews**, Simpang Empat - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat di Sumatera Barat, bekerja sama dengan Pusat Kajian Bencana Universitas Negeri Padang (UNP), telah melakukan survei awal terhadap sejumlah bangunan bertingkat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesiapan dan kelayakan bangunan-bangunan tersebut dalam menghadapi potensi gempa. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Pasaman Barat, Zulkarnain, pada sebuah kesempatan di Simpang Empat.
Proses pengecekan dilakukan pada beberapa gedung penting, antara lain gedung DPRD, kantor bupati, serta kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari dan Dinas Pendidikan. Pengecekan ini dilakukan berdasarkan surat dari Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Nomor //BPBD/ 2024, yang menghimbau agar dilakukan asesmen terhadap gedung-gedung di lingkungan pemerintah provinsi dan kabupaten se-Sumatera Barat.
Gedung-gedung yang diperiksa adalah yang memiliki lantai bertingkat, baik satu maupun tiga lantai. Setelah pengecekan awal, tenaga ahli akan mengambil sampel dari gedung-gedung tersebut untuk dilakukan pengkajian lebih lanjut di Pusat Kajian Bencana UNP. Asesmen ini dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko bencana gempa, mengingat posisi geografis Sumatera Barat, terutama Pasaman Barat, yang dekat dengan delapan segmen gempa dan potensi gempa megathrust di sepanjang pantai Sumatera Barat yang sewaktu-waktu bisa menimbulkan gempa bumi dan tsunami.
Ketua Tim Pusat Kajian Bencana UNP, Rusnardi, menyatakan harapannya agar pemerintah kabupaten Pasaman Barat dapat memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempermudah asesmen terhadap kerentanan dampak bencana gempa bumi, terutama terhadap gedung-gedung pemerintah dan fasilitas pelayanan publik.
Langkah antisipasi ini dianggap sangat penting sebagai upaya pencegahan dan mengurangi potensi korban jika terjadi gempa. Setelah sampel bangunan dikaji, hasilnya akan disampaikan kepada Pemkab Pasaman Barat untuk tindakan lebih lanjut. Sebagai catatan, Pasaman Barat pernah mengalami kejadian gempa pada tahun 2022, yang menyebabkan dampak signifikan, termasuk sejumlah bangunan pemerintah dan rumah warga yang rusak.
ANTARA
Survei Kesiapan Bangunan di Pasaman Barat Antisipasi Gempa
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Komentar (0)
Memuat komentar…







