**Borneonews**, Mamuju - Penjabat Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, baru-baru ini menyampaikan tiga poin penting yang menjadi aspirasi masyarakat Sulawesi Barat kepada Presiden Joko Widodo beserta para menteri, dalam rangka rapat kerja kepala daerah yang berlangsung di Istana Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam kesempatan tersebut, Bahtiar menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan mewakili harapan dan kebutuhan masyarakat yang patut mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat.
Pertama, Bahtiar mengusulkan pembukaan konektivitas penerbangan dari Mamuju, yang merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Barat, menuju IKN. Konektivitas ini diharapkan dapat terjalin melalui Bandara Sepinggan Balikpapan dan juga Bandara Samarinda. Usulan ini menjadi sangat penting demi memperlancar arus mobilitas orang dan barang, yang diharapkan tidak hanya memperkuat koneksi antara Sulbar dan IKN, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
Kedua, Bahtiar juga menyerukan perlunya pembukaan konektivitas laut dan penambahan jumlah angkutan untuk orang dan barang dari Sulbar ke IKN, maupun sebaliknya. Dalam konteks ini, Bahtiar menjelaskan pentingnya membangun pelabuhan kontainer di Sulawesi Barat. Ia menekankan bahwa keberadaan pelabuhan kontainer sangat krusial untuk memperlancar pengiriman hasil bumi, hasil alam, dan hasil laut dari Sulbar ke IKN. Tanpa pelabuhan kontainer, arus logistik dari Sulbar ke luar daerah mengalami banyak kesulitan, yang pada akhirnya berdampak pada perekonomian masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Bahtiar menegaskan, "Mohon pembangunan kontainer sebab hingga saat ini Sulbar belum memiliki pelabuhan kontainer, sehingga arus logistik ke luar Sulbar kesulitan." Dengan adanya pelabuhan kontainer, Bahtiar percaya bahwa hal ini akan menjadi syarat utama untuk mendukung hilirisasi industri hasil alam yang ada di Sulbar, sehingga dapat berkontribusi lebih dalam perekonomian nasional.
Selain itu, Bahtiar juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menjelaskan potensi yang dimiliki Sulawesi Barat kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan kepala daerah lainnya yang hadir. Ia mengungkapkan, "Provinsi Sulbar memiliki berbagai potensi yang dapat menunjang IKN." Bahtiar merinci beberapa potensi tersebut, termasuk potensi tanaman anggrek Mamasa yang bisa dipasarkan, produksi buah-buahan dan sayur-sayuran, serta berbagai jenis ikan baik laut maupun air tawar.
Lebih lanjut, Bahtiar mendorong para pengusaha untuk segera berinvestasi di Sulbar, dengan menyampaikan, "Seluruh wilayah Sulbar memiliki potensi yang luar biasa, terutama dalam sektor wisata, perikanan, hortikultura, peternakan, dan industri olahan makanan serta industri hasil alam." Ia juga menambahkan bahwa kehadiran IKN diharapkan dapat mendukung pengembangan berbagai potensi tersebut.
Dalam hal pariwisata, Bahtiar mengidentifikasi Sulawesi Barat sebagai destinasi yang menjanjikan bagi masyarakat IKN. Di antaranya adalah Pulau Balabalakang yang dapat dijangkau dalam waktu dua jam dari Balikpapan. Selain itu, Teluk Mamuju dan seluruh pesisir Sulbar juga dipromosikan sebagai tujuan wisata yang menarik, di mana akses dapat dilakukan melalui kapal cepat dalam tujuh jam atau dengan pesawat dalam waktu 40 menit.
Dengan demikian, pernyataan Bahtiar Baharuddin dalam rapat kerja ini menggambarkan harapan besar masyarakat Sulbar untuk dapat terhubung lebih baik dengan IKN, serta menunjukkan potensi yang dimiliki daerah tersebut dalam rangka mendukung perkembangan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
ANTARA
Aspirasi Masyarakat Sulbar untuk Konektivitas ke IKN dan Potensi Daerah
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







