JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Kementerian Kesehatan telah menegaskan bahwa vaksinasi human papillomavirus (HPV) gratis yang diberikan dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) merupakan pilihan yang aman dan berkualitas tinggi. Ini disampaikan sebagai langkah respons terhadap kekhawatiran sejumlah orang tua mengenai keamanan vaksin, di mana ada anggapan bahwa vaksin yang diberikan secara gratis mungkin memiliki kualitas yang lebih rendah. Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine, menekankan bahwa vaksin yang disalurkan kepada masyarakat adalah sama persis dengan yang diberikan di fasilitas pelayanan kesehatan oleh tenaga medis. "Vaksin yang kita berikan adalah setara dengan layanan vaksinasi di praktik dokter semua," ujar Prima dalam penjelasannya. Setiap vaksin yang disediakan dalam program BIAS, termasuk vaksin HPV, telah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang menjadi dasar untuk meyakinkan masyarakat akan keamanan dan efikasi produk tersebut. Pada kesempatan ini, ia juga menjelaskan bahwa Komite Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) turut terlibat dalam program nasional ini. Dengan adanya lembaga ini, apabila terjadi keluhan atau reaksi setelah imunisasi, orang tua dapat segera melapor, yang kemudian akan ditindaklanjuti oleh para ahli. Prima menambahkan bahwa vaksinasi ini tidak dikenakan biaya karena sepenuhnya ditanggung oleh negara, menggunakan dana yang berasal dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia mengingatkan orang tua bahwa mereka akan merugi jika melewatkan kesempatan ini untuk memastikan kesehatan anak-anak mereka. Ia juga memberikan peringatan bahwa penyesalan mungkin akan datang seumur hidup jika anak-anak mereka jatuh sakit akibat kelalaian dalam melakukan vaksinasi. "Terkadang ada yang berpikir, 'Kalau anak saya sakit, saya ingin langsung menanganinya sendiri,' tetapi hal itu tentu tidak dapat dilakukan. Itulah kerugiannya," imbuh Prima. Ia menekankan bahwa keamanan vaksinasi adalah prioritas utama dan menyarankan orang tua untuk tidak ragu dalam memberikan vaksin kepada anak-anak mereka. Sebagaimana dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker leher rahim dapat dicegah secara signifikan berkat vaksinasi yang tersedia untuk melawan virus HPV, penyebab utama penyakit tersebut. Dalam konteks ini, ia menginformasikan bahwa sejak dimulainya program vaksinasi secara nasional pada tahun 2023, sekitar 2,9 juta anak telah menerima vaksin HPV. Inisiatif ini adalah langkah penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan melindungi generasi mendatang dari risiko penyakit yang dapat dicegah. ANTARA