JAKARTA –
**Borneonews**, Kalimantan Timur - Presiden Joko Widodo meluangkan waktu untuk bermain bola di lapangan pusat latihan sepak bola yang terletak di Ibu Kota Nusantara pada Selasa sore. Setelah tiba dengan menggunakan kereta otonom atau *autonomous rail transit* (ART), Presiden beserta sejumlah menteri melakukan peninjauan ke lokasi latihan tersebut untuk melihat fasilitas yang disediakan. Acara ini dihadiri oleh menteri-menteri penting, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Otoritas Ibu Kota Nusantara Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Pelaksana Tugas Wakil Kepala OIKN Raja Juli Antoni, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menunjukkan keterampilannya dengan melepaskan tendangan jarak dekat ke arah gawang di lapangan yang ditumbuhi rumput asli. Setelah itu, ia beralih ke lapangan dengan rumput sintetis, di mana Presiden kembali melakukan tendangan, kali ini dari jarak yang cukup jauh. Penampilan Presiden tersebut disambut dengan tepuk tangan dan sorakan dari para menteri yang hadir, menandakan antusiasme mereka terhadap aksi kepala negara. Ketika wartawan mulai berkumpul untuk meliput kegiatan tersebut, Presiden menghentikan permainannya sejenak dan memberikan keterangan pers mengenai kunjungannya. Setelah menyampaikan informasi kepada media, Presiden melanjutkan aktivitas bermain bola, kali ini dengan Dito Ariotedjo bermain sebagai kiper. Dalam momen yang menggelikan, Dito sebagai kiper tidak dapat menangkap bola yang ditendang oleh Presiden, bahkan terjatuh saat berusaha untuk mengamankan gawang. Setelah sesi permainan, Presiden Jokowi beserta para menteri beristirahat sejenak di area pusat latihan sepak bola sebelum kembali menggunakan kendaraan untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Presiden terhadap perkembangan olahraga di Indonesia sekaligus menekankan pentingnya infrastruktur olahraga yang memadai di Ibu Kota baru. ANTARA