JAMBI –
**Borneonews, Jambi** - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi melaporkan bahwa partisipasi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah tersebut mencapai hampir 40% dari total pekerja yang berpotensi menjadi peserta. Data ini diambil hingga posisi 12 Agustus 2024. Meskipun ada peningkatan partisipasi, tingkat perlindungan bagi pekerja masih terbilang rendah di banyak kabupaten dan kota. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Seto Tjahjono, menjelaskan bahwa Kabupaten Batanghari mencatatkan persentase realisasi tertinggi dengan 50,71%. Kota Jambi mengikuti di belakang dengan angka 48,64%. Di sisi lain, terdapat beberapa kabupaten yang mengalami tingkat ketercakupan yang signifikan lebih rendah, seperti Tanjung Jabung Timur dan Tebo, yang masing-masing hanya mencapai 26,66% dan 31,49%. Dalam konteks ini, BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Jambi memiliki target ambisius untuk meningkatkan tingkat ketercapaian (coverage) menjadi 53% pada akhir tahun 2024, yang diharapkan dapat mencakup sejumlah besar pekerja. Untuk mencapai target ini, berbagai upaya dilaksanakan, termasuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi pekerja di sektor formal dan informal, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, menyoroti pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan perlindungan jaminan sosial bagi seluruh masyarakat di Provinsi Jambi, terutama bagi kelompok yang tergolong miskin ekstrem. Ia menyatakan, "Apa yang kita lakukan hari ini misinya adalah demi kebaikan bersama, yaitu terciptanya perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat yang ada di Provinsi Jambi." Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Sumbagsel BPJS Ketenagakerjaan, Muhyidin, menekankan bahwa kolaborasi strategis sangat penting dalam memastikan seluruh pekerja, baik di sektor formal maupun informal, mendapatkan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Ia menegaskan komitmennya, "Kami sebagai penyelenggara yang ditunjuk oleh pemerintah harus memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada peserta." Hingga saat ini, sebanyak orang di Provinsi Jambi telah menerima manfaat dari jaminan sosial ketenagakerjaan, dengan total nominal yang dicairkan mencapai Rp339 miliar. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga telah menyediakan beasiswa bagi 810 anak yang kehilangan orang tua, dengan total pembayaran beasiswa sebesar Rp3,5 miliar. Muhyidin menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk melindungi masyarakat, khususnya perangkat desa dan pekerja rentan, agar mereka mendapatkan perlindungan dalam program BPJS Ketenagakerjaan. ANTARA