BORNEONEWS, Nanga Bulik - Masyarakat dipastikan sudah sangat akrab dengan istilah 'Operasi Ketupat'. Sehingga, tak ayal jika mendengar kalimat itu secara umum orang memahaminya sebagai kegiatan pengamanan yang dilakukan pihak kepolisian RI, yang biasanya digalakkan mulai sebelum hari raya Idul Fitri hingga beberapa hari setelahnya.


Namun demikian, sesuai dengan keputusan petinggi Polri beberapa waktu lalu,  "Operasi Ketupat"  di tahun ini dipastikan tak akan lagi ada. Pasalnya untuk tahun 2016 ini Polri secara resmi mengubah penamaan operasi yang sudah melekat dengan suasana lebaran itu dengan sebutan Operasi Ramadania 2016.


"Bukan gelaran operasinya ditiadakan, hanya saja namanya saja yang berubah. Jika sebelumnya 'Operasi Ketupat', tahun ini menjadi Operasi Ramadniya 2016," ungkap KabagOps Polres Lamandau, Kompol Rohman Yongky kepadai Borneonews.


Pria yang akrab disapa Yongky itu juga membeberkan, pada umumnya tidak ada alasan khusus perihal perubahan nama tersebut. Sehingga jenis operasinyapun diprediksi kurang lebih sama.


"Setahu saya tidak ada alasan yang khusus, mungkin dengan penamaan yang baru (Operasi Ramadniya) ini dinilai lebih fresh dan lebih dekat dengan momentumnya, yakni bulan Ramadan," sebutnya.


Disinggung perihal kapan dimulainya "Operasi Ramadniya 2016" tersebut, mantan Kapolsek Arut Selatan, Kotawaringin Barat (Kobar), itu juga mengaku, perihal waktu Polres Lamandau belum mendapat petunjuk resmi dari Polda Kalteng.


Meskipun, diprediksi jadwalnya akan sama sebagaimana operasi serupa tahun-tahun sebelumnya, yakni berlangsung selama 14 hari, yang digelar mulai sepekan sebelum hingga sepekan setelah lebaran.


"Lebih jelasnya, kita (Polres) saat ini masih menunggu interuksi dan arahan Mapolda Kalteng," bebernya.  (HENDI NURFALAH/m)