YOGYAKARTA –
**Borneonews**, Sleman - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan imbauan kepada seluruh pelaku wisata di wilayah tersebut untuk selalu mengutamakan aspek pelayanan serta keselamatan wisatawan, sesuai dengan prinsip Sapta Pesona. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid, menekankan bahwa kejadian baru-baru ini di mana seorang pengemudi jip wisata ditangkap oleh Polresta Sleman karena dugaan keterlibatan dalam kasus narkoba menjadi perhatian serius bagi pihaknya. Ishadi menjelaskan bahwa selama ini pihaknya terus mendorong dan menekankan kepada semua pelaku wisata untuk berkomitmen dalam memberikan kenyamanan serta memastikan keselamatan bagi para wisatawan. "Kami tidak akan henti-hentinya mengingatkan pengelola objek wisata, manajemen destinasi, dan pelaku usaha lainnya di Kabupaten Sleman untuk berpegang pada prinsip Sapta Pesona, yang menjadi pedoman dalam menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan," tuturnya. Ishadi menambahkan bahwa imbauan tersebut bukanlah hal baru, melainkan selalu disampaikan dalam berbagai kesempatan. "Kami telah gencar memperkenalkan imbauan ini melalui kegiatan sosialisasi dan forum komunikasi yang melibatkan pelaku usaha pariwisata di Sleman," ujarnya. Menanggapi insiden penangkapan tiga orang tersangka yang terlibat dalam peredaran jip wisata akibat penggunaan narkoba jenis *trihexphenidyl*, Dinas Pariwisata Sleman berencana memanggil seluruh komunitas jip wisata di Kabupaten Sleman, terutama yang beroperasi di kawasan Kaliurang, Pakem, dan Kaliadem, Cangkringan, pada pekan mendatang. Dalam pertemuan tersebut, pihaknya akan menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan, serta menyampaikan konsekuesi dari pelanggaran yang terjadi, terutama yang berkaitan dengan standar keselamatan pengemudi jip wisata. Hal ini mencakup larangan mengemudi dalam keadaan berbahaya, termasuk di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang. Ishadi juga menegaskan bahwa dampak dari pelanggaran tersebut tidak hanya akan dirasakan oleh pengemudi atau pengusaha, tetapi juga akan berpengaruh pada citra pariwisata Kabupaten Sleman secara keseluruhan. "Kami sedang menyiapkan langkah yang terukur dan sistematis untuk menangani isu ini, dengan menjalin koordinasi yang lebih ketat dengan berbagai instansi terkait. Ini termasuk kerja sama dengan BNN Kabupaten Sleman, Kapolresta Sleman, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, dan pihak terkait lainnya," jelasnya. Dengan langkah-langkah proaktif ini, diharapkan pariwisata di Kabupaten Sleman dapat berkembang dengan lebih aman dan nyaman bagi semua wisatawan yang berkunjung. ANTARA