JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Film "Tepatilah Janji" muncul sebagai kelanjutan dari film sebelumnya yang berjudul "Kejarlah Janji", di mana karya ini mengangkat isu-isu politik, termasuk dinamika Pilkada di Indonesia. Disutradarai oleh Garin Nugroho, film ini secara mendalam menggambarkan perjalanan karier politik Adam, yang diperankan oleh Bima Zeno, beserta beragam konflik baru yang dihadirkan dalam cerita. Bima Zeno, saat berkunjung ke ANTARA Heritage Center di Jakarta, menyatakan bahwa film "Tepatilah Janji" memberikan gambaran yang lebih tajam mengenai situasi politik di desa. "Film ini sangat lebih keliatan lagi situasi politik di desa. Ini lebih tergambar sangat jelas," ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa cerita dalam film ini masih sangat berkaitan dengan film sebelumnya, namun dengan kompleksitas masalah yang semakin mendalam dan diperkenalkannya karakter-karakter baru. Givina Lukita, yang memerankan tokoh Lala, turut menjelaskan bahwa isu politik yang ada dalam film ini juga mencerminkan dinamika yang mempengaruhi kehidupan keluarga. "Karena perputarannya ada di keluarga Adam," katanya. Dalam konteks ini, Adam kini telah berkeluarga dengan seorang istri, dan adiknya telah lulus kuliah, yang turut memberikan lapisan baru dalam konflik yang dihadapi oleh Adam. "Permasalahan Adam yang ada di desa itu makin banyak lagi dari berbagai pihak, lawan politiknya lebih banyak lagi. Di 'Kejarlah Janji' ada Trio Timus, di 'Tepatilah Janji' ditambah ada Trio Tikus," tambahnya. Keberadaan tokoh Adam yang kini terjun langsung ke dunia politik memperlihatkan dilema yang dihadapi dalam perbedaan pilihan politik di dalam keluarga. Givina menekankan bahwa ketegangan di antara anggota keluarga, meskipun hanya sebatas perbedaan pandangan politik, dapat berujung pada konflik. Film ini mengangkat tema pemilihan kepala daerah dan dibintangi oleh sejumlah aktor berbakat seperti Ibnu Jamil, Cut Mini, Shenina Cinnamon, Bima Zeno, Kevin Abani, Faradina Mufti, serta Givina Lukita, Siti Fauziah, dan Trio Timus yang terdiri dari Theresia WD, Asriuni Pradipta, dan Irene Vista. Kisah dalam "Tepatilah Janji" berpusat pada kehidupan Bu Pertiwi yang diperankan oleh Cut Mini beserta tiga anaknya. Politik mulai merasuki kedalaman keluarga ini ketika putra tertuanya, Adam, memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai lurah. Pilkada yang diikuti oleh Adam tidak hanya penuh kompetisi, tetapi juga dipenuhi oleh kompleksitas dan tantangan yang sering kali dilakukan tanpa etika. Reaksi beragam muncul dari istri Adam, Tari, dan kedua adiknya, Isham dan Sekar, yang menjadi bumbu dalam drama yang lebih dari sekadar intrik politik, tetapi juga mencakup unsur drama komedi dan percintaan. Dengan alur cerita yang menarik dan penokohan yang kuat, "Tepatilah Janji" bukan hanya sekadar film politik, tetapi juga menggambarkan bagaimana politik dapat memengaruhi dinamika keluarga dan hubungan antar anggota. Film ini diharapkan dapat memberikan sudut pandang baru terkait kehidupan politik lokal dan dampaknya terhadap masyarakat. ANTARA