JAKARTA –
**Borneonews, Jakarta** - Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker), yang merupakan organisasi sayap dari Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), menyampaikan bahwa Bahlil Lahadalia merupakan kandidat yang tepat untuk meneruskan kepemimpinan Partai Golkar. Sekretaris Jenderal Fokusmaker, Dedy Ansary, mengemukakan bahwa Bahlil memiliki kualifikasi yang memadai untuk menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar, didasarkan pada rekam jejak panjang yang dimilikinya dalam dunia organisasi. Dedy menjelaskan bahwa Bahlil, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Investasi, telah menunjukkan kesetiaan yang tinggi terhadap Partai Golkar. Meskipun tidak terlibat dalam struktur pengurus saat ini, Bahlil tetap setia dan tidak berpindah partai. "Walaupun tidak menjabat dalam struktur di dalam kepengurusan periode ini, Bang Bahlil tidak pernah pindah partai, terus setia pada Golkar,” ungkap Dedy dalam penjelasannya yang tertuang dalam keterangan resmi. Dedy menambahkan bahwa Bahlil telah berhasil menjalani proses pengkaderan yang matang, berbekal pengalaman panjang yang diperolehnya, termasuk dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (*HMI*). Ia juga memuji Bahlil sebagai sosok yang selalu berkomitmen untuk membimbing generasi muda hingga saat ini. Menurut Dedy, Bahlil menjadi contoh peran yang tepat bagi generasi muda di Indonesia, dan ia menekankan bahwa Bahlil adalah perintis, bukan pewaris, karena ia tidak berasal dari latar belakang keluarga ningrat. "Namun dengan kerja keras, konsisten berjuang, berikhtiar, saat waktunya tepat, akan ada momentum untuk maju di depan. Ini adalah inspirasi kita semua, untuk bersama-sama mewujudkan *Indonesian Dream*,” paparnya. Sebagai kader dari organisasi sayap Partai Golkar, Dedy menegaskan bahwa Fokusmaker SOKSI akan memberikan dukungan penuh kepada Bahlil untuk melangkah sebagai ketua umum selanjutnya, sambil tetap mematuhi mekanisme yang berlaku di partai. "Insya Allah, Bang Bahlil akan membawa partai tercinta kita untuk menjadi semakin kokoh dan menjadi bagian integral dari pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, untuk bersama membangun Indonesia Maju,” ujarnya. Sebelumnya, Airlangga Hartarto mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar. Dalam sebuah video resmi yang disiarkan oleh Partai Golkar, Airlangga mengemukakan alasan mundurnya, yaitu untuk menjaga keutuhan dan memastikan stabilitas Partai Golkar selama transisi pemerintahan dari Presiden RI Joko Widodo ke Presiden Terpilih Prabowo Subianto. "Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, serta atas petunjuk Tuhan Yang Maha Besar, maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai ketua umum DPP Partai Golkar,” kata Airlangga dalam video tersebut. ANTARA