JAKARTA –
**Borneonews**, Washington - Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, menuduh bahwa Presiden Joe Biden telah dipaksa untuk mundur dari pemilihan presiden yang akan datang. Dalam pernyataannya, Trump menyatakan bahwa ia telah berhasil mengalahkan Biden dalam debat yang berlangsung pada akhir Juni lalu, yang dia klaim berujung pada pengunduran diri Biden dari pencalonan presiden. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai suatu "kudeta". Trump menjelaskan lebih lanjut bahwa situasi ini terlihat sebagai kudeta terhadap kepemimpinan presiden Amerika Serikat. Menurut Trump, Biden seharusnya tidak ingin mundur, namun ada pihak-pihak yang memberitahunya, "Kita bisa melakukannya dengan cara yang baik, atau kita bisa melakukannya dengan cara yang sulit." Pernyataan ini diungkapkan Trump dalam sebuah wawancara dengan Elon Musk, seorang pengusaha dan inovator terkenal asal Amerika. Wawancara tersebut disiarkan secara langsung melalui platform media sosial X pada hari Senin. Dalam wawancara tersebut, Trump menegaskan bahwa ia tidak menganggap Biden sebagai pemimpin yang baik dan menyebutnya sebagai "presiden terburuk dalam sejarah". Selain itu, Trump juga mengkritik kompetensi Wakil Presiden Kamala Harris, yang kini menggantikan Biden sebagai calon presiden dari Partai Demokrat. Pengunduran diri Biden dari Pilpres 2024 diumumkan bulan lalu, bersamaan dengan dukungannya terhadap Harris untuk maju sebagai calon presiden dari Partai Demokrat. Keputusan ini diambil setelah meningkatnya tekanan dari kalangan Demokrat, dengan beberapa anggota Kongres AS secara terbuka meminta Biden untuk mempertimbangkan pengunduran diri, terutama terkait penampilan kurang memuaskan dalam debat melawan Trump. ANTARA