PALEMBANG –
**Borneonews**, Prabumulih PT Pertamina Patra Niaga telah mengidentifikasi dan mengambil langkah untuk menyelidiki isu mengenai kemungkinan terjadinya pencampuran BBM dengan air di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terletak di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Tjahyo Nikho Indrawan, selaku Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, mengungkapkan bahwa pihaknya merespons keluhan masyarakat terkait masalah ini dengan segera menurunkan tim untuk melakukan investigasi dan pengecekan di lokasi. Dalam penyampaiannya, Nikho menjelaskan bahwa SPBU yang terlibat dalam kasus ini telah setuju untuk bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan, termasuk perbaikan terhadap kendaraan-kendaraan yang mengalami kerusakan akibat masalah ini. "Saat ini, SPBU tersebut telah menghentikan operasional penyaluran bahan bakar dan sedang melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh tangki yang tersedia di SPBU tersebut," tambahnya. Sebagai langkah pencegahan, Pertamina juga mengadakan pembinaan bagi SPBU tersebut dengan durasi waktu yang belum ditentukan. Ini diharapkan bisa menjadi pembelajaran berharga untuk menjaga kualitas dan layanan di SPBU lainnya. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel tidak tinggal diam dalam menghadapi situasi ini; mereka telah menyiapkan SPBU alternatif yang berjarak 4,6 kilometer dari lokasi tersebut sebagai langkah mitigasi bagi konsumen. Nikho menekankan pentingnya komunikasi yang baik dengan konsumen. Pertamina menyesali kejadian yang tidak diinginkan ini dan mengajak konsumen untuk melaporkan jika mengalami pelayanan yang tidak memuaskan saat melakukan pengisian BBM di SPBU Pertamina. Konsumen dapat menghubungi Pertamina Call Center di nomor 135 untuk channel pengaduan. Dengan demikian, PT Pertamina Patra Niaga berharap agar isu ini dapat diselesaikan dengan baik dan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan di masa mendatang. ANTARA