JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Dalam perkembangan terbaru mengenai penyelidikan kasus video asusila yang melibatkan tersangka berinisial AP (27), pihak kepolisian telah melakukan penyitaan terhadap telepon seluler milik saksi yang bernama AD (24). Hal ini diungkapkan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak dalam sebuah keterangan tertulis yang dilansir di Jakarta. Kombes Ade menjelaskan bahwa penyitaan telepon tersebut dilakukan setelah saksi AD diperiksa di ruang periksa Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. "Pada Selasa, 13 Agustus 2024, penyidik telah melakukan pemeriksaan tambahan terhadap saksi AD," ucapnya. Proses pemeriksaan yang berlangsung selama dua setengah jam ini dimulai pada pukul - WIB dan melibatkan serangkaian pertanyaan yang diajukan oleh penyidik, sejumlah tujuh pertanyaan. Penting untuk dicatat bahwa barang bukti yang disita dalam bentuk telepon seluler ini akan dikirim ke laboratorium digital forensik guna dilakukan uji laboratorium forensik. Saksi AD sendiri merupakan anak dari seorang vokalis grup musik terkenal di Indonesia yang saat ini telah bubar. Sebelumnya, aparat kepolisian telah menangkap tersangka AP yang diduga terlibat dalam kasus video asusila ini. "Telah ditangkap satu orang tersangka yang diduga melakukan tindak pidana dengan sengaja menyiarkan, mempertunjukkan, mendistribusikan, mentransmisikan pornografi yang secara eksplisit memuat persenggamaan, ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan," ungkap Kombes Ade. Proses penangkapan tersangka AP dilakukan saat penggeledahan di kediamannya yang terletak di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada Jumat, 9 Agustus 2024. Kombes Ade menjelaskan bahwa pelaksanaan upaya paksa ini dimulai pukul - WIB hingga pukul - WIB pada tanggal 10 Agustus 2024. Setelah penggeledahan dan penyitaan beberapa barang bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana, klarifikasi terhadap AP juga dilakukan di ruang periksa penyidik Subdit Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Ketegangan dalam kasus ini menunjukkan betapa pentingnya tindakan cepat dan tepat dari pihak kepolisian dalam menangani isu kejahatan siber dan pornografi. Penyitaan barang bukti yang relevan dan pemeriksaan saksi diharapkan dapat mengungkap kebenaran di balik kasus yang telah mencoreng citra banyak pihak ini. ANTARA