BANJARMASIN –
**Borneonews**, Banjarmasin: Program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam bentuk panen raya padi di Kabupaten Barito Kuala (Batola) menunjukkan kontribusi signifikan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di Provinsi Kalimantan Selatan. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalsel, Agus Dyan Nur, menekankan pentingnya keberhasilan program ini dalam mendukung ketahanan pangan wilayah tersebut. Agus mengungkapkan rasa apresiasi terhadap inisiatif lumbung pangan yang diusung oleh Baznas, yang bertujuan untuk mendukung para petani di Desa Anjir Pasar Kota II. Lumbung pangan yang dikelola oleh Baznas memiliki luas sekitar 100 hektare, hasil dari kerja sama antara Baznas Republik Indonesia dan Baznas Kabupaten Batola. Keberadaan program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, terutama dalam sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan. Menurut Agus, Baznas telah menunjukkan komitmen yang kuat melalui pelaksanaan program lumbung pangan di Kabupaten Barito selama dua tahun terakhir. Program ini memberikan dukungan kepada sebanyak 80 petani lokal dengan total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1,3 miliar. Dia menegaskan bahwa inisiatif ini adalah contoh konkret bagaimana zakat dapat dijadikan solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan sosial dan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat, terutama petani. Situasi pertanian di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Batola, pernah mengalami tantangan besar ketika banyak petani yang mengalami gagal panen akibat serangan hama tungro. Akibatnya, pertumbuhan produksi padi menjadi terhambat selama tiga tahun berturut-turut. Namun, dengan adanya program dukungan dari Baznas, lahan-lahan pertanian di Batola kini berangsur menjadi produktif kembali. "Dukungan ini sangat berpengaruh terhadap hasil panen yang kini sudah menunjukkan perbaikan yang signifikan," tambah Agus. Dia menyatakan bahwa pengelolaan zakat yang dilakukan dengan tepat tidak hanya memenuhi aspek spiritual dan sosial, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan di Kalimantan Selatan. "Kalimantan Selatan memiliki potensi yang besar untuk dijadikan sebagai penyangga pangan nasional di masa mendatang. Kami siap untuk terus meningkatkan hasil pertanian, terutama untuk komoditas padi yang merupakan bahan pokok utama bagi masyarakat," tuturnya. Dengan berbagai upaya yang dilakukan untuk memperkuat sistem pertanian, harapan untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan semakin terbuka lebar, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di seluruh Kalimantan Selatan. ANTARA