JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) berkomitmen memastikan ketersediaan air bersih dan layanan kesehatan bagi para korban kebakaran yang terjadi di Jalan DR Saharjo I, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan, Mohamad Amin, menjelaskan bahwa timnya siap memberikan layanan selama 24 jam, termasuk penyediaan toilet dan air bersih untuk membantu kebutuhan korban kebakaran tersebut. Amin menyatakan bahwa langkah cepat ini diambil untuk menyediakan berbagai fasilitas darurat yang diperlukan para korban. Dalam upaya tersebut, pihaknya telah mengerahkan tiga unit mobil toilet portabel serta satu mobil yang difungsikan untuk penyediaan air bersih. Di samping itu, sepuluh petugas telah dikerahkan guna mendukung kebutuhan pengungsi di lokasi kejadian. Ia menuturkan, “Mungkin sampai nanti sore atau malam, akses listrik di sekitar sini masih terputus, maka dari itu kami memberikan bantuan.” Dengan hadirnya fasilitas yang telah disiapkan, diharapkan dapat meringankan beban yang ditanggung oleh para korban, khususnya dalam hal kebutuhan urusan buang air besar maupun kecil. Di sisi lain, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan pun telah membuka tiga posko layanan medis yang ditujukan untuk para penyintas kebakaran yang berada di RW 06 dan RW 12 Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Yudi Dimyati, menjelaskan bahwa posko layanan medis dibuka di beberapa lokasi strategis, yaitu di area Stasiun Manggarai, sebuah gudang atau bengkel KAI, dan dekat dengan SDN 05 Manggarai. “Kami telah membuat posko yang siap melayani kesehatan masyarakat di area tersebut,” ungkapnya. Yudi menambahkan bahwa layanan yang disediakan di posko meliputi pemeriksaan kesehatan secara umum, pemberian obat-obatan, hingga pengobatan untuk trauma (trauma healing), terutama yang dikhususkan bagi anak-anak yang terdampak. Posko kesehatan ini akan beroperasi selama 24 jam dengan pembagian tugas yang telah diatur menjadi tiga sif per hari, melibatkan dua tenaga kesehatan dalam setiap sif. “Layanan ini semuanya gratis, dan kami juga turut melakukan pemeriksaan kandungan makanan dari katering yang dibagikan kepada penyintas kebakaran,” pungkasnya. Yudi menggarisbawahi bahwa layanan kesehatan di posko akan terus diberikan dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi yang ada di lapangan. “Semoga dengan layanan kesehatan yang kita berikan, dapat menjaga kesehatan jasmani, rohani, dan mental para penyintas kebakaran,” tutupnya. ANTARA