SURABAYA –
**Borneonews**, Situbondo - Banteng Jawa (*Bos javanicus*) kembali menghadirkan kebahagiaan dengan kelahiran bayi betina di Suaka Satwa Banteng (SSB) di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Kelahiran ini terjadi pada Selasa, 13 Agustus 2024, dari pasangan banteng Jawa "Dimas" dan "Usi", yang merupakan indukan dari Taman Safari Indonesia II Prigen, Pasuruan. Sebelumnya, pada 9 Agustus 2024 sekitar pukul WIB, pasangan banteng "Dimas" dan "Tina" juga telah melahirkan seekor bayi banteng jantan, menandakan bulan yang penuh berkah bagi pengembangbiakan spesies ini. Johan Setiawan, Kepala Balai Taman Nasional Baluran Situbondo, mengungkapkan rasa syukur atas kelahiran anak banteng betina tersebut. Ia menyatakan, "Alhamdulillah, hari ini pasangan banteng Jawa 'Dimas' dan 'Usi' juga melahirkan bayi banteng betina di suaka satwa banteng." Bayi banteng yang baru lahir berada dalam kondisi sehat dan normal. Namun, untuk pengukuran panjang badan dan beratnya belum dapat dilakukan, mengingat induk betina masih sangat protektif terhadap anaknya. Kelahiran bayi banteng betina ini melengkapi dua ekor bayi banteng yang lahir di bulan Agustus 2024, yaitu satu jantan dan satu betina, yang menjadi simbol keberhasilan upaya konservasi yang dilakukan oleh tim di Taman Nasional Baluran. Dengan hadirnya dua bayi banteng ini, jumlah total banteng di Suaka Satwa Banteng Taman Nasional Baluran sekarang tercatat sebanyak sembilan ekor, yang terdiri dari tiga ekor jantan dan enam ekor betina. Ini merupakan pencapaian yang membanggakan, mengingat banteng Jawa merupakan spesies yang terancam punah. Informasi terkini menyatakan bahwa populasi banteng Jawa di kawasan hutan konservasi Taman Nasional Baluran Situbondo kini mencapai lebih dari 200 ekor. Balai Taman Nasional Baluran kini tengah melakukan upaya pengembangbiakan secara semialami untuk banteng Jawa, yang diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan populasi serta memperbaiki keanekaragaman genetik spesies yang mendekati kepunahan ini. ANTARA