**Borneonews**, Jakarta - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengolah sampah organik menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) yang akan digunakan sebagai substitusi batu bara (co-firing) di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Dalam sebuah pernyataan resmi, Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara, menekankan pentingnya kerja sama ini untuk memperkuat rantai pasok biomassa dalam konteks pengelolaan lingkungan dan energi yang berkelanjutan.
Teknologi *co-firing* yang diimplementasikan ini merupakan inovasi terbaru yang memiliki potensi untuk mengatasi masalah pengelolaan sampah perkotaan, sekaligus berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh PLTU. Dengan menggantikan penggunaan batu bara dengan biomassa, inisiatif ini bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon serta mempromosikan ekonomi sirkuler.
Iwan menjelaskan, PLN EPI berkomitmen untuk menggarap berbagai inovasi yang dapat mendukung pemerintah dalam pencapaian target pemenuhan energi berkelanjutan. Teknologi *co-firing* yang kami terapkan ini tidak hanya berguna dalam mengurangi tumpukan sampah kota, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi yang dihasilkan oleh pembangkit listrik, ujarnya.
Saat ini, kerja sama tersebut telah mencapai tahap pelaksanaan kajian dan studi kelayakan sehubungan dengan pengolahan sampah dari Tempat Pembuangan Sampah 3R Pesanggrahan menjadi BBJP. Langkah selanjutnya adalah penandatanganan perjanjian kerja sama yang direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Dari hasil pengolahan ini, diprediksi sekitar 60% dari total sampah yang diterima di TPS Pesanggrahan, yang terdiri dari sampah organik rumah tangga, dapat direduksi menjadi bahan bakar bernilai ekonomis.
Pada tahap awal penerapan, proses commissioning direncanakan akan dilakukan di PLTU Lontar yang berlokasi di Tangerang, dengan harapan produk BBJP ini juga dapat didistribusikan ke industri semen yang ada di sekitar Jakarta. Menurut Vice President Pengadaan, Pengendalian, dan Logistik Biomassa di PT PLN EPI, Erfan Julianto, pelaksanaan uji coba dan commissioning diperkirakan akan dilakukan pada akhir Desember 2024 atau Januari 2025.
Erfan menjelaskan lebih lanjut mengenai proses tender pengadaan yang sedang berlangsung, di mana saat ini berada pada tahap administrasi dan evaluasi teknis. Ia memperkirakan bahwa proses penandatanganan kontrak dengan calon pelaksana pekerjaan akan dilakukan pada awal bulan September, diikuti oleh periode fabrikasi dan konstruksi yang diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan.
Di sisi lain, PLN EPI juga melihat limbah sebagai potensi sumber keuntungan jika dikelola dengan baik. Dalam perspektif ekonomi sirkuler, jenis-jenis limbah seperti limbah pertanian, perkebunan, dan limbah industri perkayuan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif, yang pada gilirannya akan memberikan nilai ekonomis dan menghasilkan pendapatan tambahan bagi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaannya.
Fahmi Hermawan, Ketua Subkelompok Pengembangan Fasilitas Teknis dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan sampah. Ia menyatakan bahwa keterlibatan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangatlah krusial untuk mengelola sampah dari hulu hingga hilir secara efektif. "Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri dalam hal ini. Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa membuat pengelolaan sampah menjadi lebih efisien dan hemat sumber daya," tuturnya.
ANTARA
PLN EPI dan Pemda DKI Olah Sampah Organik Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







