**Borneonews**, Padang - Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) telah menegaskan komitmennya untuk memastikan ketersediaan bantuan pupuk di wilayah-wilayah yang terdampak oleh bencana alam, seperti lahar dingin dan banjir bandang, di Provinsi Sumatera Barat. Hal ini diutarakan oleh Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan, Jekvy Hendra, yang menyampaikan pernyataan tersebut selama kunjungan pemantauan yang dilakukan bersama Ombudsman dan PT Pupuk Indonesia Persero.
Dalam upaya pemulihan sektor pertanian yang terpengaruh bencana, Kementan telah melakukan penambahan kuota pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton. Jekvy menekankan pentingnya bantuan Kementerian Pertanian untuk memenuhi kebutuhan mendesak di lokasi-lokasi terkena dampak. "Bantuan ini akan mendukung segala sesuatu terkait kebutuhan di lokasi yang terdampak bencana alam," ujarnya.
Ditegaskan oleh Jekvy, alokasi bantuan untuk pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Padang Panjang tergolong signifikan. Ini mencakup tidak hanya penyediaan bibit atau benih dan pupuk, tetapi juga anggaran untuk perbaikan infrastruktur pertanian, termasuk irigasi sawah dan fasilitas pendukung lainnya. "Khusus untuk bantuan pupuk, kami akan merealisasikannya pada saat pemuliaan tanaman sudah dilakukan. Ketersediaan pupuk selalu terjaga," tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, Febrina Tri Susila Putri, menjelaskan bahwa total bantuan dari Kementan yang dialokasikan untuk pemulihan sektor pertanian pascabencana mencapai Rp33 miliar lebih. Bantuan ini terbagi menjadi dua bagian utama. Pertama, Kementerian Pertanian menyediakan bantuan reguler sebesar Rp23 miliar yang mencakup benih, pupuk, dan berbagai bentuk bantuan lainnya, yang saat ini tengah proses penyaluran di beberapa kabupaten dan kota.
Sementara itu, sisa anggaran sebesar Rp10 miliar dialokasikan untuk proyek reklamasi, yaitu pengangkatan material pascabencana di Kabupaten Agam dan Kota Padang Panjang. Proses penggalian kembali ini diharapkan akan segera diselesaikan, dan dana tersebut saat ini sedang dialokasikan kepada daerah yang terkena dampak untuk mempercepat pemulihan.
Febrina juga menambahkan, meskipun terdapat sedikit revisi mengenai anggaran dukungan ini, diharapkan pada akhir Agustus setiap daerah yang terdampak bencana dapat mulai beroperasi dan memanfaatkan anggaran tersebut. Dengan bantuan yang cukup besar dan rencana yang matang, diharapkan sektor pertanian di kawasan terdampak dapat segera pulih dan berfungsi kembali.
ANTARA
Kementan Pastikan Ketersediaan Pupuk untuk Pemulihan Usaha Pertanian
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Yuas Elko Minta Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram di Kalteng Diawasi
Truk Bermuatan Besi Bekas Terbalik di Tikungan Jalan Trikora Banjarbaru
Komentar (0)
Memuat komentar…







