GORONTALO –
**Borneonews**, Kabupaten Gorontalo - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo telah melaksanakan sosialisasi yang ditujukan untuk pemilih pemula dalam rangka pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Bongomeme, Kecamatan Dungaliyo. Anggota KPU Kabupaten Gorontalo, Sowan Dehi, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya yang dilakukan oleh KPU untuk mendorong dan meningkatkan partisipasi pemilih pemula pada Pilkada 2024. Sowan menegaskan, "Ini sudah kali keenam kami melaksanakan kegiatan serupa, dan kami terus berupaya agar para pemilih pemula memahami pentingnya berpartisipasi dalam pemilihan." Fokus dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mengenai tahapan-tahapan dalam pilkada, khususnya bagi pemilih pemula yang akan menggunakan hak suara mereka untuk pertama kalinya. Keberadaan tindakan ini dinilai sangat penting agar pemilih pemula tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga menyadari hak dan tanggung jawab mereka sebagai warga negara. Kegiatan sosialisasi mendapatkan respon positif dari para pemuda di Dungaliyo yang sangat antusias dalam memahami proses pemilihan. Mereka berharap dapat berkontribusi secara aktif dalam Pilkada 2024 dan ingin tahu lebih lanjut mengenai cara berpartisipasi dalam demokrasi. KPU Kabupaten Gorontalo mencanangkan harapan yang tinggi terhadap pelaksanaan sosialisasi semacam ini. Dengan harapan, partisipasi pemilih pemula akan meningkat, serta tercipta pemilu yang lebih inklusif dan partisipatif di masa mendatang. Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut adalah Dikson T. Yasin, yang memberikan materi mengenai pendidikan pemilih pemula. Dalam kesempatan ini, hadir pula karang taruna, panitia pemilihan kecamatan, dan panitia pemungutan suara untuk memberikan informasi yang lebih mendalam kepada para peserta. Melalui upaya yang konsisten ini, KPU berharap dapat menciptakan kesadaran yang lebih besar di kalangan pemilih muda tentang pentingnya keterlibatan mereka dalam proses demokrasi. Kegiatan ini bukan hanya sekadar sosialisasi, tetapi sebuah langkah strategis untuk membangun fondasi pemilih yang cerdas, aktif, dan bertanggung jawab di masa depan. ANTARA