JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Dalam dunia industri asuransi, praktik manipulasi laporan keuangan, yang sering disebut sebagai *window dressing*, menjadi perhatian serius. Pengamat perasuransian, Reza Ronaldo, mengajak para pelaku industri untuk menghentikan tindakan tersebut dan mengedepankan transparansi. Menurutnya, kegiatan *window dressing* di mana perusahaan mengubah atau menyesuaikan laporan keuangan agar terlihat lebih baik daripada kondisi sebenarnya, dapat merusak kepercayaan nasabah yang sudah menjadi tulang punggung industri ini. Kepercayaan nasabah merupakan salah satu aset paling berharga bagi perusahaan asuransi. Ketika nasabah merasa ragu terhadap transparansi laporan keuangan yang disajikan, dampaknya bisa sangat negatif. Reza menekankan pentingnya komunikasi yang jujur antara perusahaan asuransi dan nasabah, serta perlunya memperlihatkan laporan keuangan yang akurat dan seimbang. Hal ini penting untuk meningkatkan kredibilitas industri, terutama di tengah persaingan yang semakin ketat. Praktik *window dressing* tidak hanya berpotensi menyesatkan nasabah, tetapi juga dapat menghadirkan risiko bagi perusahaan itu sendiri. Dalam jangka panjang, ketidakjujuran dalam laporan keuangan bisa mengakibatkan masalah hukum dan penurunan reputasi yang sulit diperbaiki. Oleh karena itu, ia menyarankan agar seluruh industri asuransi berkomitmen pada standar pelaporan keuangan yang transparan dan bertanggung jawab. Dengan mengikuti langkah-langkah menuju transparansi, perusahaan asuransi tidak hanya akan mendapatkan kepercayaan lebih dari nasabah, tetapi juga akan memastikan keberlangsungan dan pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan dalam jangka panjang. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pelaku industri untuk menciptakan budaya etika yang kuat dan memastikan bahwa setiap laporan keuangan mencerminkan keadaan yang sebenarnya. ANTARA