SEMARANG –
**Borneonews, Semarang** - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengumumkan bahwa sejumlah pompa air telah dipasang untuk mendukung peningkatan produksi pertanian, khususnya padi. Dengan dukungan dari Kementerian Pertanian, proyek ini dirancang untuk mengoptimalkan sektor pertanian di wilayah ini. Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menjelaskan bahwa hingga saat ini sudah terpasang unit pompa air yang mencapai 94,23% dari total yang telah dialokasikan untuk tahun ini. Pompa-pompa air tersebut dipasang di 35 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah, dan pemerintah optimistis bahwa seluruh unit dapat terpasang 100% pada 17 Agustus 2024 mendatang. Informasi ini disampaikan Sumarno dalam forum koordinasi yang membahas optimalisasi pompanisasi dan juga penambahan areal tanam (PAT) yang berlangsung di Wisma Perdamaian Semarang. Ia menegaskan harapannya agar pompa-pompa yang telah dialokasikan oleh pemerintah pusat dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mengairi sawah-sawah yang sebelumnya tidak teraliri air. Dengan adanya program pompanisasi ini, Sumarno mengharapkan produktivitas padi di Jawa Tengah dapat meningkat, sehingga sawah-sawah yang biasanya mengandalkan tadah hujan, yang sebelumnya hanya dapat dipanen sekali setahun, bisa mencapai hasil panen lebih dari sekali dalam setahun. Ia menekankan pentingnya ketahanan pangan di wilayah ini yang harus mendapatkan perhatian dari semua pihak, khususnya dari para pemangku kepentingan terkait. Hal ini juga sejalan dengan rencana pembangunan jangka panjang yang dirumuskan oleh pemerintah pusat untuk Jawa Tengah periode 2025-2045, di mana daerah ini ditunjuk sebagai penumpu pangan dan industri nasional. Selain itu, Dirjen Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah, memberikan apresiasi terhadap kinerja luar biasa yang telah dilakukan oleh semua komponen yang terlibat, mulai dari Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota. Ia berharap agar kinerja baik ini dapat terus dilanjutkan ke depannya. Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, sektor usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan menunjukkan pertumbuhan yang paling signifikan selama kuartal I tahun 2024 dan bahkan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan sektor usaha manufaktur, yang selama ini dikenal sebagai motor penggerak utama perekonomian di Jawa Tengah. Berbagai langkah telah ditempuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mencapai swasembada pangan, termasuk meningkatkan ketersediaan air irigasi guna mempercepat proses pengolahan tanah dan penanaman, pelaksanaan pompanisasi, serta peningkatan area tanam padi. ANTARA