JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menyampaikan bahwa ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) lebih dari sekadar kompetisi olahraga; ajang ini berfungsi sebagai pengikat persatuan dan persaudaraan di antara anak bangsa. Dalam pernyataannya, Himmatul menggarisbawahi pentingnya bagi para peserta, yang merupakan perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia, untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan baik guna membangun interaksi positif antar daerah dan menjalin relasi yang bermanfaat untuk masa depan. Lebih lanjut, Himmatul menjelaskan bahwa pembentukan generasi yang tangguh dan unggul sangat dipengaruhi oleh kesehatan fisik yang dibangun melalui olahraga. Sebagai negara besar, ia berpendapat bahwa generasi muda Indonesia perlu terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa melalui berbagai bidang olahraga. Oleh karena itu, O2SN dianggap sebagai sarana penting dalam menggali potensi talenta muda di Indonesia dalam dunia olahraga. "Dengan prestasi olahraga yang terlatih dan dibina, kita akan melahirkan banyak atlet yang siap bersaing di tingkat internasional dan mengharumkan nama Indonesia," ungkap Himmatul. Ia juga menekankan nilai sportivitas yang harus dijunjung tinggi oleh setiap peserta selama ajang berlangsung. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Puspresnas Kemendikbudristek, Maria Veronica Irene Herdjiono, menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap peserta didik dari jenjang SD hingga SMA/SMK dalam pembinaan olahraga. Menurutnya, semua peserta O2SN adalah juara dan merupakan aset berharga bangsa yang dapat berkontribusi pada prestasi Indonesia di kancah internasional. Irene merujuk pada grand desain Manajemen Talenta Nasional, yang menargetkan Indonesia duduk di urutan kelima pada Olimpiade 2045. Oleh karena itu, O2SN diharapkan menjadi langkah strategis dari Kemendikbudristek dan pihak terkait untuk mencapai target tersebut, sambil menggali potensi talenta muda secara berkelanjutan. Penyelenggaraan O2SN tahun ini merupakan yang ketujuh belas kalinya dan berlangsung di Jakarta dan Bogor. Untuk jenjang Pendidikan Menengah (Dikmen), pertandingan akan dilaksanakan mulai tanggal 11 hingga 17 Agustus, yang melibatkan peserta didik dari SMA dan SMK. Selanjutnya, peserta dari jenjang Pendidikan Dasar (Dikdas) akan bertanding pada tanggal 19 hingga 25 Agustus, sementara pertandingan untuk peserta Pendidikan Khusus (Diksus) akan berlangsung dari 20 hingga 25 Agustus 2024. Irene menjelaskan bahwa cabang olahraga yang dipertandingkan mencakup berbagai disiplin, antara lain senam untuk jenjang Dikdas, catur, bocce, dan tenis meja untuk Diksus, serta atletik, bulu tangkis, renang, karate, dan pencak silat yang diadakan bagi jenjang Dikdas dan Dikmen. Ia juga menyampaikan bahwa jumlah peserta seleksi O2SN secara nasional sangat mengesankan, dengan total peserta didik dari berbagai jenjang dan cabang olahraga. Sebanyak 359 peserta jenjang SD, 310 peserta jenjang SMP, 356 peserta dari SMA, 337 peserta SMK, dan 252 peserta Diksus telah berhasil lolos pada tingkat nasional. Dengan melibatkan banyak sektor dan kalangan, O2SN diharapkan tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan bakat serta memperkokoh rasa persatuan di antara generasi muda Indonesia. ANTARA