**Borneonews**, Moskow - Presiden Palestina Mahmoud Abbas baru-baru ini mengkritik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena gagal dalam upayanya untuk membantu pendirian negara Palestina. Dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Abbas menegaskan bahwa alasan dibalik kegagalan tersebut adalah tekanan yang diberikan oleh Amerika Serikat.
Abbas mengungkapkan, "PBB telah gagal dalam misinya untuk memberikan satu solusi atau mengadopsi resolusi yang akan memastikan terwujudnya hak rakyat Palestina untuk memiliki negara." Pernyataannya ini mencerminkan frustrasi mendalam atas ketidakmampuan PBB untuk memberikan dukungan yang substansial bagi rakyat Palestina dalam usaha mereka mencapai kedaulatan.
Lebih lanjut, Abbas menyatakan penghargaan yang tinggi atas hubungan kerja sama yang telah terjalin antara Rusia dan Palestina selama beberapa dekade, dengan menyatakan bahwa bangsa Palestina telah mendapat manfaat dari dukungan yang diberikan oleh Rusia. Ia juga mengutip keputusan Pengadilan Internasional PBB bulan lalu, yang menyatakan bahwa pendudukan Israel atas tanah Palestina adalah "ilegal" dan menyerukan agar Israel menghentikan tindakan yang melanggar hukum internasional.
Dalam diskusi mengenai krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza, Abbas menyoroti angka yang mengkhawatirkan, menyatakan bahwa "lebih dari *25.000* orang telah terbunuh sejak Oktober, sekitar *80.000* terluka, dan lebih dari *17.000* hilang." Ia melanjutkan, "Inilah realitas di Gaza, bersama dengan situasi di Yerusalem dan Tepi Barat." Menekankan ketahanan rakyat Palestina, ia mengatakan bahwa meskipun menghadapi berbagai kesulitan, rakyat Palestina tetap bertahan dengan kesabaran dan mengandalkan dukungan kemanusiaan yang ada.
Sementara itu, Presiden Putin mengevaluasi tantangan yang dihadapi oleh Rusia dan menekankan pentingnya perhatian yang diberikan kepada situasi yang terjadi di Timur Tengah, khususnya Palestina. Ia menyatakan, "Rusia hari ini harus mempertahankan kepentingan dan rakyatnya dengan senjata di tangan. Tetapi apa yang terjadi di Timur Tengah, khususnya di Palestina, tetap menjadi fokus perhatian kami." Putin mengungkapkan bahwa Rusia melihat dengan rasa sakit dan kecemasan terhadap bencana kemanusiaan yang terjadi di Palestina.
Ia juga menjelaskan bahwa Rusia telah memberikan sekitar *700 metrik ton* bantuan kemanusiaan kepada Palestina dan terus berupaya memanfaatkan berbagai kesempatan untuk mendukung rakyat Palestina. Menurut data terkini, Putin menegaskan bahwa jumlah korban tewas telah mencapai *11.500*, dan mayoritas dari korban tersebut adalah wanita dan anak-anak.
Dalam penutup pernyataannya, Putin menekankan kembali komitmen Rusia untuk mendorong resolusi yang damai, dengan menyatakan bahwa akar dari krisis Israel-Palestina terletak pada kegagalan dalam melaksanakan keputusan untuk mendirikan negara Palestina yang merdeka. Ia menyimpulkan, "Kami percaya bahwa perdamaian yang langgeng dan stabil di wilayah tersebut memerlukan pelaksanaan penuh semua resolusi PBB, terutama untuk pembentukan negara Palestina yang berdaulat."
ANTARA
Presiden Palestina Abbas kritik PBB, sebut gagal wujudkan negara Palestina
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







