BANJARMASIN –
**Borneonews**, Banjarmasin - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menjalin kerja sama dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan delegasi ASEAN untuk berkomitmen dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan sebagai upaya untuk mendukung keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN). Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, menyatakan pentingnya mendapatkan dukungan dari berbagai pihak untuk memperkuat perekonomian daerah. Dalam pertemuan tersebut, ia mengundang Kadin Pusat dan delegasi ASEAN untuk membicarakan berbagai isu mengenai kondisi ekonomi di Kalimantan. Sahbirin menegaskan bahwa dalam diskusi yang dilakukan, telah dihasilkan berbagai rekomendasi. Rekomendasi tersebut mencakup pengoptimalan dukungan dari kalangan pengusaha serta peningkatan kerja sama dengan daerah lain, terutama dalam lingkup negara-negara ASEAN. "Seiring dengan kemajuan dunia usaha, kesejahteraan masyarakat juga harus meningkat. Oleh karena itu, Kadin dan Delegasi ASEAN merupakan mitra yang tepat dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya. Lebih jauh, Sahbirin menjelaskan bahwa Kadin dan Delegasi ASEAN memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan dunia usaha di berbagai daerah. Sebagai langkah konkret dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, Pemprov Kalsel memberikan hibah tanah seluas 1.000 meter persegi untuk pembangunan gedung Kadin Kalsel yang berlokasi di Kota Banjarbaru. Tindakan ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung perkembangan bisnis lokal. Ketua Umum Kadin Pusat, Arsjad Rasjid, juga memberikan apresiasi kepada Pemprov Kalsel yang menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif. Dalam pertemuannya dengan Gubernur Kalsel dan Delegasi ASEAN, Arsjad memberikan masukan yang membangun. Beberapa masukan tersebut meliputi pengoptimalan sektor-sektor strategis di daerah, penguatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta perhatian terhadap isu-isu strategis lainnya. Arsjad menambahkan bahwa Kadin telah menyusun *white paper* yang berisi usulan serta masukan dari para pelaku usaha, investor, dan akademisi, yang berkaitan dengan isu-isu ekonomi strategis, khususnya untuk lima tahun ke depan. Dokumen ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi pengembangan ekonomi daerah dan nasional ke depan. ANTARA