JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Bidang Studi dan Penelitian, Mohammad Hasan Sheikholeslami, menegaskan bahwa pembalasan Iran terhadap tindakan kejam yang dilakukan oleh Israel adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Dalam pengarahan kepada media di kediaman Duta Besar Iran untuk Indonesia, beliau menyatakan, "Respons kami dan pembalasan kami terhadap kejahatan brutal yang dilakukan rezim zionis ini adalah hal yang mutlak dan pasti." Sheikholeslami menjelaskan bahwa meskipun pembalasan tersebut pasti akan dilakukan, keputusan mengenai cara, waktu, dan lokasi di mana pembalasan itu akan dilaksanakan sepenuhnya akan ditentukan oleh pejabat tinggi Iran. Penekanan terhadap keputusan yang berbasis pada kepentingan nasional mencerminkan sikap hati-hati namun tegas Iran dalam merespons situasi. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa aksi balasan terhadap Israel akan menjadi pukulan yang signifikan dan dirancang untuk memperkuat pertahanan serta perlindungan terhadap keamanan Iran. Pembunuhan yang terjadi terhadap Kepala Biro Politik Gerakan Hamas Palestina, Ismail Haniyeh, yang terjadi di ibu kota Teheran, telah menimbulkan perasaan sedih dan kemarahan di kalangan masyarakat Iran. Menanggapi aksi teror Israel ini, masyarakat luas kini mengekspresikan tuntutan agar pemerintah bertindak tegas. Di sisi lain, menyangkut kemungkinan keterlibatan kelompok Mossad Israel dalam pembunuhan Haniyeh, Sheikholeslami mencatat bahwa berbagai institusi yang berwenang di Iran saat ini sedang melakukan penelitian dan pendalaman untuk mencari kebenaran. "Untuk memberikan jawaban yang pasti dan tepat kepada anda, kita semua harus menunggu hasil laporan yang dikeluarkan atas penelitian yang sedang berlangsung," tambahnya. Beliau juga menegaskan bahwa Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas teror yang terjadi, dan Amerika Serikat dipandang ikut bertanggung jawab karena peranannya sebagai pendukung utama rezim zionis Israel. "Rezim zionis Israel 100% bertanggung jawab atas teror ini, dan Amerika Serikat harus ikut bertanggung jawab karena merupakan negara yang menjadi pendukung utama rezim zionis Israel," ujar Sheikholeslami menutup pernyataannya. ANTARA