**Borneonews, Kuala Lumpur** Data terbaru yang dirilis oleh Departemen Statistik Malaysia (DOSM) menunjukkan bahwa angka kelahiran di Malaysia mengalami penurunan yang signifikan sebesar 10,2 persen pada kuartal kedua tahun 2024. Penurunan ini dibandingkan dengan angka kelahiran pada kuartal yang sama tahun sebelumnya. Menurut penjelasan Kepala Statistik Malaysia, Mohd Uzir Mahidin, jumlah kelahiran yang terdaftar pada periode ini menurun, dengan lebih banyak kelahiran bayi laki-laki dibandingkan bayi perempuan. Rincian menunjukkan rasio jenis kelamin kelahiran adalah 106 laki-laki untuk setiap 100 perempuan. Dalam analisis lebih lanjut, Selangor tercatat sebagai daerah dengan jumlah kelahiran tertinggi, menyumbang 19,2 persen dari total kelahiran. Sebaliknya, Wilayah Federal Labuan mencatatkan kelahiran terendah dengan hanya 324 kelahiran, atau 0,3 persen dari total kelahiran nasional. DOSM juga merincikan bahwa ibu dengan usia 30-39 tahun memberikan kontribusi terbesar terhadap angka kelahiran, dengan persentase mencapai 51,4 persen. Populasi ibu berusia 20-29 tahun menyusul dengan 41,5 persen, sedangkan ibu berusia 40 tahun ke atas menyumbang 5,4 persen dan ibu yang lebih tua dari 20 tahun sebesar 1,8 persen. Selain kelahiran, laporan ini juga mencatat jumlah kematian di Malaysia pada triwulan II tahun 2024. Tercatat secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 5,4 persen dibandingkan triwulan II tahun 2023. Jumlah kematian pada laki-laki dan perempuan pun disajikan dalam data ini, menunjukkan bahwa perubahan demografis juga terjadi pada aspek ini. Dari segi populasi, jumlah penduduk Malaysia diperkirakan mencapai 34,1 juta jiwa pada triwulan II tahun 2024, naik 1,9 persen jika dibandingkan dengan angka tahun lalu yang mencapai 33,4 juta jiwa. Dari total populasi ini, 30,7 juta jiwa atau 90 persen merupakan warga negara, sedangkan 3,4 juta jiwa atau 10 persen bukan warga negara. Dalam hal distribusi berdasarkan jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki meningkat menjadi 17,9 juta jiwa dari sebelumnya 17,5 juta jiwa. Sementara itu, jumlah penduduk perempuan juga mengalami peningkatan, menjadi 16,2 juta jiwa dari 15,9 juta jiwa pada periode yang sama sebelumnya. Komposisi penduduk usia muda, yakni mereka yang berusia 0-14 tahun, tetap relatif stabil dengan jumlah 7,67 juta jiwa. Di sisi lain, kelompok usia kerja (15-64 tahun) serta penduduk lanjut usia (65 tahun ke atas) menunjukkan pertumbuhan, dengan masing-masing meningkat dari 23,3 juta menjadi 23,9 juta dan dari 2,5 juta menjadi 2,6 juta pada triwulan II tahun 2024. ANTARA