JAKARTA –
**Borneonews, Jakarta** - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Dito Ariotedjo, mengungkapkan bahwa terdapat aspirasi kuat dari internal partai yang mengusulkan Bahlil Lahadalia sebagai calon Ketua Umum Golkar. Dalam keterangan yang disampaikan di kantor DPP Partai Golkar, Dito menyatakan, "Ya memang kita sudah mendengar aspirasi ini mengerucut ke namanya Bang Bahlil." Pernyataan tersebut menunjukkan adanya dukungan yang signifikan terhadap Bahlil di kalangan pengurus partai. Dito menambahkan bahwa peluang Bahlil untuk terpilih sebagai ketua umum cukup besar. Hal ini disebabkan oleh kedekatannya dengan Airlangga Hartarto, yang merupakan sosok sentral dalam Partai Golkar. Menurut Dito, kedekatan ini akan memudahkan Bahlil dalam proses pemilihan jika nanti ia dinyatakan sebagai calon. "Ya pastinya itu merupakan senior (Airlangga) dan junior (Bahlil), dan pak Airlangga juga pastinya akan membimbing dan mengkader bang Bahlil, kan bang Bahlil juga bersama Golkar sudah sejak lama," jelas Dito. Proses pemilihan ketua umum Partai Golkar akan dilaksanakan dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-11 yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Agustus 2024. Dalam forum ini, akan dibahas berbagai tokoh yang akan mencalonkan diri sebagai ketua umum. Ada juga kemungkinan bahwa pemilihan ketua umum dapat dilakukan melalui jalur aklamasi. Dito berharap bahwa Munas tersebut dapat menghasilkan sosok ketua umum yang layak dan mampu memimpin Partai Golkar dengan baik. Sebelumnya, Airlangga Hartarto telah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar dalam sebuah pernyataan resmi di Jakarta pada tanggal 11 Agustus 2024. Dalam video yang dibagikan oleh Partai Golkar, Airlangga menjelaskan bahwa keputusan untuk mundur diambil demi menjaga keutuhan partai dan memastikan stabilitas selama masa transisi kepemimpinan dari Presiden RI Joko Widodo ke Presiden Terpilih Prabowo Subianto. "Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, serta atas petunjuk Tuhan Yang Maha Besar, maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri dari jabatan Ketua Umum DPP Partai Golkar," ujar Airlangga dalam video tersebut. Airlangga menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut efektif untuk terhitung sejak malam 10 Agustus 2024. Ia juga menambahkan, sebagai partai besar yang telah matang dan dewasa, DPP Partai Golkar akan segera menyiapkan mekanisme organisasi sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berlaku. Selanjutnya, Airlangga menguraikan proses internal yang akan berlangsung, termasuk penunjukan pelaksana tugas ketua umum dan persiapan untuk menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub), yang diharapkan akan berlangsung dengan damai, tertib, dan tetap menjunjung tinggi marwah Partai Golkar. ANTARA