**Borneonews**, Istambul - Para ilmuwan telah melakukan penemuan yang mengejutkan, yaitu reservoir air bawah tanah yang sangat besar di planet Mars. Reservoir ini memiliki potensi yang cukup untuk mengisi lautan di permukaan planet tersebut. Penemuan tersebut diterbitkan dalam jurnal *Proceedings of the National Academy of Sciences* pada tanggal 13 Agustus.
Air tersebut terperangkap dalam retakan dan pori-pori kecil yang terletak di bawah kerak Mars, berada pada kedalaman antara 7 hingga 12 mil (sekitar 11,2 km sampai 19,3 km) di bawah permukaan planet. Penulis utama dari kajian ini, Vashan Wright, seorang ahli geofisika dari Scripps Institution of Oceanography, University of California, San Diego, menyatakan bahwa pemahaman terhadap siklus air di Mars sangat penting. Ia menekankan, "Memahami siklus air di Mars sangat penting untuk memahami evolusi iklim, permukaan, dan interiornya. Titik awal yang berguna adalah mengidentifikasi di mana air berada dan berapa banyak yang ada."
Para peneliti menggunakan data seismik dari pendarat InSight milik NASA, yang beroperasi antara tahun 2018 hingga 2022, untuk mengidentifikasi lapisan-lapisan kaya air di kerak planet tersebut. Dalam wawancara dengan BBC, Michael Manga, seorang profesor di University of California, Berkeley, yang juga menjadi rekan penulis kajian ini, menjelaskan implikasi penemuan ini terhadap potensi kelayakan huni di Mars. Ia menyatakan, "Menetapkan bahwa ada reservoir besar air cair memberikan pengetahuan tentang seperti apa iklim yang ada atau yang kemungkinan ada. Dan air diperlukan untuk kehidupan seperti yang kita kenal. Saya tidak melihat alasan mengapa (reservoir bawah tanah) bukan lingkungan yang dapat dihuni."
Kehadiran air cair di bawah permukaan Mars memberikan wawasan baru mengenai sejarah geologi planet tersebut dan mengisyaratkan kemungkinan kehidupan dapat ada di akuifer bawah tanah ini. Alberto Fairen, seorang ilmuwan planet di Cornell University, berkomentar bahwa hasil baru ini menunjukkan keberadaan air cair di bawah permukaan Mars saat ini, bukan dalam bentuk danau yang terpisah dan terisolasi, melainkan sebagai sedimen yang jenuh dengan air cair atau akuifer.
Meskipun penemuan ini membuka kemungkinan menarik untuk eksplorasi di masa mendatang, akses terhadap air tersebut menghadirkan tantangan signifikan. Wright menjelaskan bahwa pengeboran hingga kedalaman yang sama di Mars akan memerlukan sumber daya dan teknologi yang belum pernah ada sebelumnya. Ia menambahkan, "Bahkan pengeboran lubang sedalam setengah mil atau lebih di Bumi adalah tantangan yang membutuhkan energi dan infrastruktur, sehingga sejumlah besar sumber daya perlu dibawa ke Mars untuk pengeboran hingga kedalaman tersebut."
Penemuan ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam memahami masa lalu, masa kini, dan potensi Mars untuk mendukung kehidupan. Dengan demikian, penemuan ini membuka jalan bagi misi-misi masa depan untuk menyelidiki misteri yang tersembunyi di bawah permukaan Planet Merah.
ANTARA
Penemuan Raksasa Reservoir Air Bawah Tanah di Mars
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Sukardi Gau: Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu di Tengah Keberagaman, Kalteng Punya 30 Bahasa Daerah
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Semarak Bulan Bahasa Digelar Serentak di 30 Balai Bahasa, Kalteng Angkat Seni dan Sastra
Shin Tae-yong Bersimpati Terhadap Pelatih Super League yang Dipecat
PSMS Medan Bungkam PSIS Semarang 2-1
Komisi III DPR Minta Kapolri Terus Gas Pol Perangi Narkoba
Komentar (0)
Memuat komentar…







